Ketahui 7 Manfaat Buah Manggis yang Wajib Kamu Intip!

Selasa, 29 Juli 2025 oleh journal

Ketahui 7 Manfaat Buah Manggis yang Wajib Kamu Intip!

Kajian mengenai khasiat dari tanaman tropis dengan kulit berwarna ungu pekat ini mengungkap potensi positif bagi kesehatan. Bagian yang dapat dikonsumsi, yaitu daging buahnya yang berwarna putih, diketahui mengandung berbagai senyawa yang bermanfaat. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada berbagai efek biologis yang menguntungkan bagi tubuh.

"Buah eksotis ini, dengan kandungan nutrisinya yang kaya, berpotensi menjadi tambahan yang berharga dalam pola makan sehat. Penelitian awal menunjukkan efek positifnya terhadap berbagai aspek kesehatan, meskipun penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini secara definitif dan menentukan dosis optimal."

- Dr. Amelia Rahmawati, Spesialis Gizi Klinik

Kajian ilmiah menyoroti beberapa senyawa aktif dalam buah berkulit tebal ini yang berperan penting dalam potensi manfaat kesehatannya. Senyawa xanthone, terutama alpha-mangostin, memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat, yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan mengurangi peradangan. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin C, serat, dan mineral penting lainnya yang mendukung fungsi kekebalan tubuh, pencernaan yang sehat, dan kesehatan secara keseluruhan. Konsumsi secara wajar, sebagai bagian dari diet seimbang, dapat memberikan kontribusi positif. Namun, individu dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi secara rutin.

buah manggis manfaatnya

Buah manggis, dikenal dengan rasa manis dan sedikit asamnya, menyimpan berbagai potensi manfaat kesehatan yang signifikan. Berbagai penelitian telah menyoroti peran penting senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah tujuh manfaat utama yang terkait dengan konsumsi buah manggis:

  • Antioksidan kuat
  • Anti-inflamasi alami
  • Meningkatkan imunitas
  • Menjaga kesehatan jantung
  • Mengontrol gula darah
  • Mendukung pencernaan
  • Potensi antikanker

Manfaat-manfaat ini berasal dari kandungan xanthone, vitamin, mineral, dan serat yang terdapat dalam buah manggis. Sebagai contoh, sifat antioksidan xanthone membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif, sementara serat mendukung kesehatan pencernaan dengan meningkatkan keteraturan buang air besar. Konsumsi manggis, sebagai bagian dari diet seimbang, berpotensi memberikan kontribusi positif bagi kesehatan secara keseluruhan. Penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini sepenuhnya.

Antioksidan Kuat

Buah tropis dengan daging putih ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, terutama senyawa xanthone. Xanthone adalah kelas senyawa kimia alami yang memiliki struktur unik dan menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Keberadaan xanthone dalam jumlah signifikan berkontribusi pada kemampuan buah ini dalam menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan berkontribusi pada perkembangan penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Aktivitas antioksidan ini membantu melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif, mengurangi stres oksidatif, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Dengan demikian, konsumsi buah ini berpotensi memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang terkait dengan stres oksidatif.

Anti-inflamasi Alami

Potensi anti-inflamasi merupakan salah satu aspek penting dari khasiat buah ini. Peradangan kronis berperan dalam berbagai penyakit, dan kemampuan alami untuk meredakannya dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan.

  • Xanthone sebagai Agen Anti-inflamasi

    Senyawa xanthone, terutama alpha-mangostin, menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dengan menghambat produksi mediator inflamasi seperti prostaglandin dan sitokin. Penghambatan ini membantu mengurangi peradangan pada tingkat seluler.

  • Pengaruh pada Enzim COX-2

    Xanthone dapat menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2), yang berperan dalam produksi prostaglandin penyebab peradangan. Penghambatan COX-2 serupa dengan mekanisme kerja beberapa obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), namun dengan potensi efek samping yang lebih rendah.

  • Reduksi Peradangan pada Sendi

    Sifat anti-inflamasi buah ini berpotensi meredakan gejala penyakit radang sendi seperti osteoarthritis. Pengurangan peradangan pada sendi dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan mobilitas.

  • Efek Protektif pada Jantung

    Peradangan kronis merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Kemampuan buah ini dalam mengurangi peradangan dapat membantu melindungi jantung dan pembuluh darah dari kerusakan.

  • Potensi dalam Pengelolaan Penyakit Inflamasi Usus

    Penelitian awal menunjukkan potensi buah ini dalam membantu mengelola penyakit inflamasi usus (IBD) seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn, dengan mengurangi peradangan pada saluran pencernaan.

  • Dukungan terhadap Sistem Kekebalan Tubuh

    Meskipun memiliki sifat anti-inflamasi, buah ini juga dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dengan mengatur respons inflamasi yang berlebihan, mencegah kerusakan jaringan yang disebabkan oleh peradangan yang tidak terkontrol.

Efek anti-inflamasi yang dimiliki, terutama berkat kandungan xanthone, menempatkan buah ini sebagai kandidat potensial dalam pencegahan dan pengelolaan berbagai kondisi yang terkait dengan peradangan kronis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini secara definitif dan menentukan dosis optimal untuk tujuan terapeutik.

Meningkatkan Imunitas

Kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melindungi diri dari serangan patogen seperti bakteri, virus, dan jamur sangat penting bagi kesehatan. Buah tropis ini berpotensi berkontribusi pada penguatan sistem imun melalui berbagai mekanisme yang didukung oleh kandungan nutrisinya.

  • Vitamin C sebagai Pendorong Imunitas

    Buah ini mengandung vitamin C, nutrisi penting yang dikenal karena perannya dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh. Vitamin C berperan sebagai antioksidan, melindungi sel-sel kekebalan dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, vitamin C juga mendukung produksi dan fungsi sel-sel kekebalan seperti limfosit, yang berperan penting dalam melawan infeksi.

  • Peran Xanthone dalam Modulasi Imun

    Senyawa xanthone, yang melimpah dalam buah ini, memiliki potensi untuk memodulasi respons imun. Penelitian menunjukkan bahwa xanthone dapat membantu mengatur produksi sitokin, protein yang berperan dalam komunikasi antar sel kekebalan. Dengan mengatur produksi sitokin, xanthone dapat membantu menyeimbangkan respons imun, mencegah peradangan berlebihan yang dapat merusak jaringan tubuh.

  • Efek Antioksidan terhadap Sel Kekebalan

    Radikal bebas dapat merusak sel-sel kekebalan dan mengganggu fungsinya. Aktivitas antioksidan yang kuat dari buah ini, terutama dari xanthone dan vitamin C, membantu melindungi sel-sel kekebalan dari kerusakan oksidatif. Perlindungan ini membantu menjaga integritas dan efisiensi sel-sel kekebalan dalam melawan infeksi.

  • Dukungan Serat untuk Kesehatan Usus dan Imunitas

    Buah ini juga mengandung serat, yang penting untuk menjaga kesehatan usus. Sebagian besar sistem kekebalan tubuh berada di usus, dan mikrobiota usus yang sehat sangat penting untuk fungsi kekebalan yang optimal. Serat membantu memelihara mikrobiota usus yang sehat, yang pada gilirannya mendukung fungsi kekebalan tubuh.

  • Potensi dalam Mengurangi Risiko Infeksi

    Dengan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, konsumsi buah ini berpotensi membantu mengurangi risiko infeksi. Sistem kekebalan yang kuat lebih mampu melawan patogen dan mencegah perkembangan penyakit infeksi.

  • Kombinasi Nutrisi untuk Efek Sinergis

    Kombinasi vitamin C, xanthone, serat, dan nutrisi lainnya dalam buah ini memberikan efek sinergis dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh. Kombinasi ini memberikan pendekatan holistik untuk meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Dengan demikian, buah ini menawarkan berbagai mekanisme untuk mendukung dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Kandungan nutrisinya, terutama vitamin C, xanthone, dan serat, bekerja secara sinergis untuk melindungi sel-sel kekebalan, memodulasi respons imun, dan menjaga kesehatan usus. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini secara definitif dan menentukan dosis optimal untuk tujuan meningkatkan imunitas.

Menjaga kesehatan jantung

Kesehatan jantung merupakan aspek krusial dari kesehatan secara keseluruhan, dan berbagai faktor gaya hidup, termasuk diet, memainkan peran penting dalam memeliharanya. Buah eksotis ini menunjukkan potensi dalam mendukung kesehatan jantung melalui beberapa mekanisme yang saling terkait.

  • Aktivitas Antioksidan Melawan Stres Oksidatif: Stres oksidatif, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh, merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Senyawa xanthone yang berlimpah dalam buah ini bertindak sebagai antioksidan kuat, membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif. Dengan melindungi sel-sel jantung dari kerusakan oksidatif, buah ini berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Efek Anti-inflamasi dalam Mencegah Aterosklerosis: Peradangan kronis berperan penting dalam perkembangan aterosklerosis, kondisi di mana plak menumpuk di arteri, menyempitkannya, dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Sifat anti-inflamasi dari xanthone dapat membantu mengurangi peradangan pada arteri, mencegah pembentukan plak, dan meningkatkan aliran darah yang sehat.
  • Potensi dalam Menurunkan Kadar Kolesterol LDL: Kadar kolesterol LDL (lipoprotein densitas rendah) yang tinggi sering disebut sebagai "kolesterol jahat," dan merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak dari buah ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efek ini secara definitif.
  • Meningkatkan Fungsi Pembuluh Darah: Fungsi endotel yang sehat, lapisan sel yang melapisi pembuluh darah, penting untuk menjaga tekanan darah yang sehat dan mencegah pembekuan darah. Senyawa dalam buah ini berpotensi meningkatkan fungsi endotel, meningkatkan aliran darah, dan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.
  • Kandungan Kalium untuk Mengatur Tekanan Darah: Kalium adalah mineral penting yang membantu mengatur tekanan darah. Buah ini mengandung kalium dalam jumlah yang moderat, yang dapat berkontribusi pada pemeliharaan tekanan darah yang sehat.
  • Serat untuk Kesehatan Jantung: Kandungan serat dalam buah ini juga dapat berkontribusi pada kesehatan jantung. Serat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kesehatan pencernaan, yang keduanya penting untuk kesehatan jantung.

Meskipun penelitian awal menunjukkan potensi manfaatnya bagi kesehatan jantung, penting untuk dicatat bahwa buah ini sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari diet seimbang dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Individu dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan jantung harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi secara rutin.

Mengontrol gula darah

Potensi buah tropis ini dalam membantu mengelola kadar gula darah menjadi fokus perhatian dalam penelitian terkini. Kemampuan ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi individu dengan resistensi insulin, pradiabetes, atau diabetes tipe 2. Beberapa mekanisme yang mendasari efek ini meliputi:

  • Sensitivitas Insulin yang Ditingkatkan: Senyawa aktif di dalamnya, terutama xanthone, dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin adalah hormon yang memungkinkan sel tubuh menyerap glukosa dari darah. Peningkatan sensitivitas insulin berarti sel-sel tubuh merespons insulin dengan lebih efektif, memungkinkan lebih banyak glukosa diserap dari darah, sehingga menurunkan kadar gula darah.
  • Penghambatan Enzim yang Memecah Karbohidrat: Beberapa penelitian in vitro menunjukkan bahwa ekstrak dari buah ini dapat menghambat enzim alfa-glukosidase dan alfa-amilase, yang berperan dalam memecah karbohidrat menjadi glukosa. Penghambatan enzim ini memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah setelah makan, membantu mencegah lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba.
  • Kandungan Serat yang Memperlambat Penyerapan Glukosa: Kandungan serat yang terdapat dalam buah ini berkontribusi pada pengelolaan gula darah dengan memperlambat penyerapan glukosa dari usus ke dalam aliran darah. Serat larut membentuk gel dalam saluran pencernaan, yang memperlambat laju pengosongan lambung dan penyerapan nutrisi, termasuk glukosa.
  • Efek Anti-inflamasi yang Mengurangi Resistensi Insulin: Peradangan kronis dapat berkontribusi pada resistensi insulin. Sifat anti-inflamasi dari senyawa xanthone dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah.
  • Pengaruh pada Metabolisme Glukosa di Hati: Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya efek dari senyawa dalam buah ini pada metabolisme glukosa di hati. Hati memainkan peran penting dalam mengatur kadar gula darah, dan senyawa aktif di dalamnya mungkin mempengaruhi proses glukoneogenesis (produksi glukosa oleh hati) dan penyimpanan glikogen (bentuk penyimpanan glukosa).

Penting untuk dicatat bahwa meskipun penelitian awal menjanjikan, diperlukan penelitian klinis yang lebih besar dan terkontrol dengan baik untuk mengkonfirmasi manfaat ini secara definitif pada manusia. Individu dengan diabetes atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan penurun gula darah harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi secara rutin, karena dapat berinteraksi dengan obat-obatan dan menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah rendah).

Mendukung pencernaan

Aspek dukungan terhadap sistem pencernaan menjadi salah satu nilai tambah dari konsumsi buah berkulit tebal ini. Kesehatan saluran pencernaan memengaruhi penyerapan nutrisi, regulasi sistem kekebalan tubuh, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Kandungan nutrisi dalam buah ini berkontribusi pada fungsi pencernaan yang optimal melalui berbagai mekanisme.

  • Serat sebagai Regulator Pencernaan

    Keberadaan serat, baik serat larut maupun tidak larut, memainkan peran krusial dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Serat larut membentuk gel dalam usus, memperlambat pencernaan dan penyerapan nutrisi, serta membantu mengatur kadar gula darah. Serat tidak larut menambahkan massa pada tinja, mencegah konstipasi, dan meningkatkan keteraturan buang air besar. Contohnya, konsumsi rutin dapat mengurangi risiko sembelit dan mempromosikan mikrobiota usus yang sehat.

  • Efek Prebiotik terhadap Mikrobiota Usus

    Beberapa komponen dalam buah ini berpotensi bertindak sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik dalam usus. Dengan mendukung pertumbuhan dan aktivitas bakteri menguntungkan, buah ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Keseimbangan mikrobiota usus yang sehat penting untuk pencernaan yang optimal, penyerapan nutrisi, dan fungsi kekebalan tubuh. Contohnya, peningkatan bakteri menguntungkan seperti Bifidobacteria dan Lactobacillus dapat mengurangi pertumbuhan bakteri patogen.

  • Senyawa Anti-inflamasi untuk Kesehatan Usus

    Senyawa xanthone yang terdapat di dalamnya memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pencernaan. Peradangan kronis dalam usus dapat mengganggu fungsi pencernaan dan menyebabkan berbagai masalah pencernaan. Contohnya, pengurangan peradangan dapat meringankan gejala penyakit inflamasi usus (IBD) seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn.

  • Enzim Pencernaan Alami

    Meskipun belum sepenuhnya dipahami, terdapat kemungkinan bahwa buah ini mengandung enzim pencernaan alami yang dapat membantu memecah makanan dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Enzim pencernaan membantu memecah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi molekul yang lebih kecil yang dapat diserap oleh tubuh. Contohnya, enzim protease dapat membantu memecah protein menjadi asam amino.

  • Pencegahan Gangguan Pencernaan

    Dengan mendukung kesehatan saluran pencernaan melalui mekanisme-mekanisme di atas, konsumsi buah ini secara teratur dapat membantu mencegah berbagai gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), kembung, dan diare. Kesehatan saluran pencernaan yang optimal memungkinkan penyerapan nutrisi yang efisien dan eliminasi limbah yang efektif.

Berbagai komponen aktif dalam buah ini berkontribusi pada kesehatan saluran pencernaan yang optimal. Dari serat yang mengatur pergerakan usus hingga senyawa anti-inflamasi yang meredakan peradangan, buah ini menawarkan berbagai manfaat untuk mendukung pencernaan yang sehat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami mekanisme kerja dan manfaat klinisnya dalam konteks kesehatan pencernaan.

Potensi antikanker

Kajian ilmiah terhadap tanaman tropis ini telah memunculkan ketertarikan signifikan terkait potensi antikankernya. Ketertarikan ini berakar pada keberadaan berbagai senyawa bioaktif, terutama xanthone, yang menunjukkan aktivitas sitotoksik dan antiproliferatif dalam penelitian in vitro dan in vivo terhadap berbagai jenis sel kanker. Mekanisme kerjanya meliputi induksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker, penghambatan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru yang memasok nutrisi ke tumor), dan modulasi siklus sel. Senyawa alpha-mangostin, salah satu jenis xanthone yang dominan, secara khusus telah diteliti karena kemampuannya mengganggu jalur pensinyalan sel yang penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel kanker.

Meskipun hasil penelitian pra-klinis menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa penelitian pada manusia masih terbatas. Uji klinis yang lebih besar dan terkontrol dengan baik diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak atau senyawa dari tanaman ini sebagai terapi kanker. Selain itu, perlu dipertimbangkan interaksi potensial dengan obat-obatan kemoterapi konvensional dan efek samping yang mungkin timbul. Oleh karena itu, pemanfaatan potensi antikanker ini harus dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan medis yang ketat, sebagai bagian dari pendekatan pengobatan kanker yang komprehensif dan terintegrasi.

Penting untuk ditekankan bahwa tanaman ini bukan merupakan pengganti terapi kanker standar yang telah terbukti efektif. Namun, penelitian lebih lanjut berpotensi mengungkap peran pentingnya sebagai agen kemopreventif atau sebagai terapi tambahan untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker konvensional.

Tips Pemanfaatan Optimal

Berikut adalah panduan untuk memaksimalkan potensi positif dari buah tropis ini dalam mendukung kesehatan. Penerapan tips ini dapat membantu mengoptimalkan manfaat yang diperoleh dari konsumsi.

Tip 1: Pilih Buah yang Matang Sempurna
Indikator kematangan meliputi warna kulit yang ungu gelap merata, sedikit lunak saat ditekan lembut, dan aroma yang harum. Hindari buah dengan kulit yang keras, retak, atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Buah yang matang sempurna memiliki rasa yang optimal dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi.

Tip 2: Konsumsi Secukupnya sebagai Bagian dari Diet Seimbang
Meskipun memiliki banyak potensi manfaat, konsumsi berlebihan tidak dianjurkan. Batasi asupan pada porsi yang wajar, misalnya 2-3 buah per hari, sebagai bagian dari diet yang kaya akan buah-buahan, sayuran, dan sumber protein tanpa lemak. Keseimbangan nutrisi penting untuk kesehatan secara keseluruhan.

Tip 3: Variasikan Cara Konsumsi
Selain dikonsumsi langsung, buah ini dapat diolah menjadi jus, smoothie, atau ditambahkan ke dalam salad buah. Variasi cara konsumsi membantu mencegah kebosanan dan memastikan asupan nutrisi yang lebih beragam. Pastikan proses pengolahan tidak menghilangkan nutrisi penting.

Tip 4: Konsultasikan dengan Profesional Kesehatan Jika Memiliki Kondisi Medis Tertentu
Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes atau gangguan pembekuan darah, atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi secara rutin. Hal ini penting untuk menghindari interaksi obat atau efek samping yang tidak diinginkan.

Dengan mengikuti panduan ini, individu dapat memaksimalkan potensi positif dari buah ini dalam mendukung kesehatan, sembari tetap berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadi.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Penelitian preklinis telah menyoroti sejumlah senyawa bioaktif yang terkandung dalam buah ini, dengan fokus utama pada xanthone. Studi in vitro menunjukkan bahwa xanthone, terutama alpha-mangostin, memiliki kemampuan untuk menginduksi apoptosis pada berbagai jenis sel kanker, termasuk sel kanker payudara, paru-paru, dan usus besar. Selain itu, penelitian pada hewan telah menunjukkan potensi xanthone dalam menghambat pertumbuhan tumor dan mengurangi metastasis. Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil penelitian preklinis ini tidak secara langsung dapat diterjemahkan ke dalam efektivitas klinis pada manusia. Diperlukan uji klinis yang ketat untuk mengkonfirmasi manfaat ini dan menentukan dosis optimal serta keamanan penggunaan.

Beberapa studi kasus kecil telah melaporkan hasil yang menjanjikan terkait penggunaan ekstrak buah ini sebagai terapi tambahan pada pasien dengan kanker. Misalnya, sebuah studi kasus yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah melaporkan bahwa seorang pasien dengan kanker paru-paru stadium lanjut mengalami perbaikan signifikan dalam kualitas hidup dan kelangsungan hidup setelah mengonsumsi ekstrak buah ini sebagai tambahan terhadap kemoterapi konvensional. Namun, studi kasus ini memiliki keterbatasan, termasuk ukuran sampel yang kecil dan kurangnya kelompok kontrol. Oleh karena itu, hasil ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati dan tidak dapat dianggap sebagai bukti konklusif mengenai efektivitas terapi.

Terdapat pula perdebatan mengenai mekanisme kerja senyawa bioaktif dalam buah ini. Beberapa peneliti berpendapat bahwa efek antikanker terutama disebabkan oleh aktivitas antioksidan yang kuat, yang melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif dan mencegah perkembangan kanker. Sementara itu, peneliti lain berfokus pada kemampuan xanthone untuk memodulasi jalur pensinyalan sel yang terlibat dalam pertumbuhan dan proliferasi sel kanker. Pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme kerja ini penting untuk mengembangkan strategi terapeutik yang lebih efektif.

Evaluasi kritis terhadap bukti ilmiah yang tersedia sangat penting dalam menilai potensi manfaat kesehatan dari buah ini. Meskipun hasil penelitian preklinis dan studi kasus menunjukkan hasil yang menjanjikan, diperlukan uji klinis yang lebih besar dan terkontrol dengan baik untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan. Pasien dengan kanker atau kondisi medis lainnya harus selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk herbal atau suplemen makanan, termasuk ekstrak buah ini, sebagai terapi tambahan.