Intip 7 Manfaat Durian, Kandungan Buah & Khasiat yang Jarang Diketahui

Sabtu, 26 Juli 2025 oleh journal

Intip 7 Manfaat Durian, Kandungan Buah & Khasiat yang Jarang Diketahui

Buah durian, dikenal dengan aroma kuat dan rasa uniknya, menyimpan beragam senyawa nutrisi di dalamnya. Komposisi gizinya meliputi vitamin, mineral, serat, dan senyawa bioaktif lainnya. Kehadiran unsur-unsur ini berkontribusi pada potensi efek positif bagi kesehatan, seperti peningkatan imunitas, sumber energi, serta perlindungan terhadap kerusakan sel akibat radikal bebas. Nilai gizi dan senyawa yang terkandung dalam buah ini memengaruhi dampaknya bagi tubuh.

Kajian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi buah durian, meskipun lezat, perlu diperhatikan dengan bijak. Kandungan gula dan lemak yang tinggi bisa menjadi perhatian, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Konsumsi berlebihan tidak disarankan.

Demikian disampaikan oleh Dr. Amelia Putri, seorang ahli gizi klinis dari Rumah Sakit Sejahtera, Jakarta. "Durian memang kaya akan nutrisi, tetapi juga padat kalori. Bagi penderita diabetes atau masalah jantung, penting untuk membatasi asupan durian. Moderasi adalah kunci," tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Putri menjelaskan bahwa durian mengandung senyawa aktif seperti organosulfur dan triptofan. Organosulfur memberikan aroma khas pada durian dan memiliki potensi antioksidan. Triptofan adalah asam amino esensial yang dapat meningkatkan produksi serotonin, hormon yang berperan dalam mengatur suasana hati. Namun, manfaat ini tidak menutupi risiko dari kandungan gula dan lemaknya. Konsumsi yang direkomendasikan adalah satu hingga dua potong kecil per hari, tidak setiap hari. Penting untuk menyeimbangkan asupan durian dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang cukup.

Kandungan Buah Durian dan Manfaatnya

Buah durian, dengan profil nutrisinya yang kompleks, menawarkan sejumlah potensi manfaat. Kehadiran vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif di dalamnya berkontribusi pada berbagai efek fisiologis. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang terkait dengan kandungan buah durian:

  • Sumber energi
  • Meningkatkan imunitas
  • Antioksidan
  • Mendukung kesehatan tulang
  • Membantu pencernaan
  • Menstabilkan suasana hati
  • Menyediakan mineral esensial

Manfaat yang tertera di atas saling berkaitan dengan kandungan nutrisi durian. Sebagai contoh, kandungan vitamin C yang tinggi berperan dalam meningkatkan imunitas dan bersifat antioksidan, melindungi sel dari kerusakan. Kalium mendukung kesehatan tulang dan membantu menstabilkan tekanan darah. Serat pada durian memfasilitasi pencernaan yang sehat. Meskipun demikian, penting untuk mengonsumsi durian dalam jumlah sedang, mengingat kandungan kalori dan gula yang relatif tinggi, demi memaksimalkan manfaat dan meminimalkan potensi risiko.

Sumber Energi

Durian merupakan sumber energi yang signifikan karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Karbohidrat, dalam bentuk gula alami seperti fruktosa dan glukosa, dipecah oleh tubuh menjadi energi yang dibutuhkan untuk berbagai aktivitas fisik dan metabolisme. Selain karbohidrat, durian juga mengandung lemak, yang meskipun perlu dikonsumsi dalam jumlah moderat, memberikan kontribusi kalori yang cukup besar, menjadikan buah ini padat energi. Kombinasi karbohidrat dan lemak dalam durian menyediakan sumber energi yang cepat dan juga berkelanjutan. Oleh karena itu, konsumsi durian dapat memberikan dorongan energi instan dan membantu menjaga stamina. Namun, perlu diperhatikan bahwa asupan yang berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan penyimpanan lemak berlebih. Keseimbangan dalam konsumsi durian, disesuaikan dengan tingkat aktivitas dan kebutuhan energi individu, adalah kunci untuk mendapatkan manfaat energi tanpa efek samping yang merugikan.

Meningkatkan Imunitas

Kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit, atau yang dikenal sebagai imunitas, dapat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Buah durian, dengan profil nutrisinya yang unik, berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap sistem kekebalan tubuh. Beberapa komponen dalam buah ini berperan dalam mendukung fungsi imun.

  • Vitamin C sebagai Stimulan Imun

    Durian mengandung vitamin C, sebuah antioksidan kuat yang dikenal berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh. Vitamin C membantu merangsang produksi sel darah putih, yang bertugas melawan infeksi. Kekurangan vitamin C dapat melemahkan sistem imun, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Konsumsi durian, dalam jumlah yang wajar, dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian dan mendukung respons imun yang optimal.

  • Senyawa Antioksidan Lainnya

    Selain vitamin C, durian juga mengandung senyawa antioksidan lainnya, seperti polifenol. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko penyakit kronis. Dengan menetralkan radikal bebas, antioksidan dalam durian dapat membantu menjaga kesehatan sel-sel imun dan meningkatkan efektivitasnya.

  • Mineral Esensial untuk Fungsi Imun

    Durian menyediakan mineral penting seperti zat besi dan tembaga, yang berperan dalam berbagai aspek fungsi imun. Zat besi penting untuk produksi sel darah putih dan transport oksigen ke sel-sel imun. Tembaga diperlukan untuk fungsi enzim-enzim yang terlibat dalam respons imun. Kekurangan mineral ini dapat mengganggu fungsi imun dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.

  • Serat untuk Kesehatan Usus

    Kandungan serat dalam durian dapat berkontribusi pada kesehatan usus, yang memiliki peran penting dalam sistem imun. Sebagian besar sistem imun berada di saluran pencernaan. Serat membantu memelihara bakteri baik di usus (mikrobiota usus), yang dapat merangsang sistem imun dan melindungi tubuh dari patogen. Usus yang sehat merupakan fondasi bagi sistem imun yang kuat.

Meskipun durian menawarkan potensi manfaat untuk meningkatkan imunitas melalui kandungan nutrisinya, penting untuk diingat bahwa konsumsi berlebihan tidak disarankan. Kandungan gula dan lemak yang tinggi dapat menimbulkan efek negatif jika tidak dikonsumsi dengan bijak. Pola makan seimbang dan gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama untuk menjaga sistem imun yang optimal.

Antioksidan

Buah durian mengandung berbagai senyawa dengan aktivitas antioksidan. Kehadiran senyawa ini penting karena berperan dalam menangkal radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan berkontribusi pada berbagai penyakit kronis. Aktivitas antioksidan dalam durian menjadi salah satu aspek yang menunjang potensi manfaat kesehatannya.

  • Vitamin C sebagai Pelindung Seluler

    Vitamin C, yang terdapat dalam durian, adalah antioksidan larut air yang efektif. Ia bekerja dengan menetralkan radikal bebas di lingkungan seluler, melindungi protein, lemak, dan DNA dari kerusakan oksidatif. Dengan melindungi sel dari kerusakan, vitamin C berkontribusi pada pencegahan penyakit degeneratif dan penuaan dini. Konsumsi durian, dalam jumlah moderat, dapat membantu meningkatkan asupan vitamin C dan mendukung pertahanan antioksidan tubuh.

  • Senyawa Fenolik dengan Aktivitas Antioksidan

    Durian mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid dan karotenoid, yang juga memiliki sifat antioksidan. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan mekanisme yang berbeda, termasuk mendonasikan elektron untuk menstabilkan radikal bebas dan menghambat enzim yang menghasilkan radikal bebas. Kehadiran berbagai jenis senyawa fenolik memberikan perlindungan antioksidan yang komprehensif.

  • Peran Glutathione dalam Detoksifikasi

    Glutathione, meskipun tidak secara langsung diperoleh dari durian, adalah antioksidan endogen yang penting. Durian dapat menyediakan prekursor atau nutrisi yang mendukung produksi glutathione dalam tubuh. Glutathione berperan penting dalam detoksifikasi senyawa berbahaya dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Dengan mendukung produksi glutathione, durian dapat berkontribusi pada sistem pertahanan antioksidan tubuh secara keseluruhan.

  • Pengaruh Antioksidan pada Kesehatan Jantung

    Stres oksidatif memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit jantung. Antioksidan dalam durian, seperti vitamin C dan senyawa fenolik, dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan melindungi pembuluh darah dari kerusakan. Dengan demikian, konsumsi durian, sebagai bagian dari pola makan sehat, berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan jantung melalui mekanisme antioksidan.

Aktivitas antioksidan yang terdapat dalam buah durian, yang berasal dari berbagai senyawa seperti vitamin C dan senyawa fenolik, berkontribusi pada potensi manfaat kesehatannya. Perlindungan terhadap kerusakan sel akibat radikal bebas adalah mekanisme penting yang mendasari manfaat tersebut. Namun, penting untuk mengonsumsi durian dalam jumlah sedang dan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang untuk memaksimalkan manfaat antioksidan dan meminimalkan potensi efek samping.

Mendukung Kesehatan Tulang

Kesehatan tulang, fondasi penting bagi mobilitas dan kekuatan tubuh, sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Buah durian, dengan kandungan mineralnya yang signifikan, berpotensi memberikan kontribusi positif dalam menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Beberapa mineral utama yang terdapat dalam durian berperan krusial dalam metabolisme tulang.

  • Kalsium: Bahan Bangunan Utama Tulang

    Kalsium adalah mineral paling melimpah dalam tubuh dan merupakan komponen utama tulang dan gigi. Asupan kalsium yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan tulang sepanjang hidup. Meskipun kandungan kalsium dalam durian tidak setinggi produk susu, kontribusinya tetap signifikan, terutama jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam.

  • Magnesium: Regulator Metabolisme Tulang

    Magnesium berperan penting dalam metabolisme tulang dan membantu mengatur penyerapan kalsium. Kekurangan magnesium dapat mengganggu keseimbangan kalsium dalam tubuh dan meningkatkan risiko osteoporosis. Durian menyediakan magnesium yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan mencegah pengeroposan tulang.

  • Kalium: Penjaga Kepadatan Tulang

    Kalium berperan dalam menetralkan asam dalam tubuh, yang dapat merusak tulang. Asupan kalium yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan pH dan melindungi kepadatan tulang. Durian, sebagai sumber kalium yang baik, dapat berkontribusi pada kesehatan tulang jangka panjang.

  • Mangan: Katalisator Pembentukan Tulang

    Mangan adalah mineral penting yang berperan dalam pembentukan kolagen, protein yang memberikan struktur pada tulang. Kekurangan mangan dapat mengganggu pembentukan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang. Kehadiran mangan dalam durian mendukung proses pembentukan tulang yang sehat.

Meskipun durian mengandung mineral penting yang mendukung kesehatan tulang, penting untuk diingat bahwa konsumsi berlebihan tidak dianjurkan karena kandungan kalori dan gulanya yang tinggi. Pola makan seimbang, kaya akan berbagai sumber kalsium, magnesium, kalium, dan mangan, bersama dengan aktivitas fisik yang teratur, tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan tulang yang optimal.

Membantu Pencernaan

Keterkaitan antara konsumsi durian dan peningkatan fungsi pencernaan menjadi topik yang relevan, mengingat komposisi nutrisi buah ini. Keberadaan serat dan senyawa lainnya dapat memengaruhi proses pencernaan secara keseluruhan, meskipun perlu dipertimbangkan potensi efek samping akibat kandungan gula dan lemak yang tinggi.

  • Serat sebagai Agen Utama Kelancaran Pencernaan

    Serat, baik larut maupun tidak larut, berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat tidak larut menambahkan volume pada feses, memfasilitasi pergerakan usus yang teratur dan mencegah konstipasi. Serat larut dapat membantu memperlambat penyerapan gula, menjaga kadar gula darah stabil, dan memberikan makanan bagi bakteri baik di usus. Durian mengandung kedua jenis serat ini, yang berkontribusi pada kelancaran proses pencernaan.

  • Prebiotik Alami untuk Mikrobiota Usus yang Sehat

    Durian mengandung senyawa yang dapat berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik (mikrobiota) di usus. Mikrobiota usus yang sehat penting untuk pencernaan yang optimal, karena bakteri baik membantu memecah makanan, menghasilkan vitamin, dan melindungi tubuh dari patogen. Dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik, durian dapat meningkatkan kesehatan usus secara keseluruhan.

  • Enzim Pencernaan Potensial

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa durian mungkin mengandung enzim pencernaan alami yang dapat membantu memecah protein, karbohidrat, dan lemak. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi keberadaan dan aktivitas enzim ini, potensi adanya enzim pencernaan dalam durian dapat meningkatkan efisiensi proses pencernaan.

  • Pertimbangan Kandungan Lemak dan Gula

    Meskipun durian menawarkan manfaat untuk pencernaan, penting untuk mempertimbangkan kandungan lemak dan gulanya yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, atau diare, terutama pada individu yang sensitif. Moderasi adalah kunci untuk mendapatkan manfaat pencernaan dari durian tanpa efek samping yang merugikan.

Secara keseluruhan, kandungan serat dan potensi efek prebiotik dalam durian dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan pencernaan. Namun, konsumsi yang bijak dan seimbang, dengan mempertimbangkan kandungan lemak dan gulanya, adalah hal yang krusial untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko.

Menstabilkan Suasana Hati

Potensi buah durian dalam memengaruhi suasana hati dikaitkan dengan beberapa senyawa yang terkandung di dalamnya. Meskipun mekanisme pastinya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, ada indikasi bahwa komponen tertentu dalam buah ini dapat berperan dalam regulasi emosi dan perasaan.

  • Triptofan: Prekursor Serotonin

    Durian mengandung triptofan, sebuah asam amino esensial yang merupakan prekursor atau bahan baku untuk produksi serotonin. Serotonin adalah neurotransmiter yang dikenal sebagai "hormon kebahagiaan" karena perannya dalam mengatur suasana hati, tidur, nafsu makan, dan perilaku sosial. Peningkatan kadar serotonin dalam otak dapat memberikan efek menenangkan dan meningkatkan perasaan positif.

  • Karbohidrat dan Peningkatan Gula Darah

    Kandungan karbohidrat dalam durian dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, yang secara sementara dapat memicu pelepasan insulin. Insulin membantu memindahkan gula dari darah ke sel-sel tubuh, termasuk sel-sel otak. Proses ini dapat memfasilitasi masuknya triptofan ke dalam otak, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi serotonin. Namun, efek ini bersifat sementara dan fluktuasi gula darah yang drastis dapat berdampak negatif pada suasana hati dalam jangka panjang.

  • Vitamin B Kompleks

    Durian mengandung vitamin B kompleks, yang penting untuk fungsi saraf dan otak yang sehat. Beberapa vitamin B, seperti vitamin B6 dan folat, terlibat dalam produksi neurotransmiter, termasuk serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan gangguan suasana hati, seperti depresi dan kecemasan. Asupan vitamin B yang cukup, melalui konsumsi durian atau sumber lainnya, dapat mendukung fungsi otak yang optimal dan membantu menstabilkan suasana hati.

  • Pengaruh Aroma

    Aroma durian yang khas dan kuat dapat memicu respons emosional pada sebagian orang. Aroma tertentu dapat merangsang sistem limbik di otak, yang terlibat dalam regulasi emosi dan memori. Bagi individu yang memiliki asosiasi positif dengan aroma durian, menghirup aromanya dapat memicu perasaan senang dan nyaman. Namun, bagi orang lain yang tidak menyukai aromanya, efeknya bisa sebaliknya.

Penting untuk dicatat bahwa efek durian pada suasana hati dapat bervariasi antar individu, tergantung pada faktor-faktor seperti sensitivitas terhadap senyawa tertentu, kondisi kesehatan mental yang mendasari, dan asosiasi pribadi dengan buah tersebut. Konsumsi durian sebaiknya dilakukan dalam jumlah sedang sebagai bagian dari pola makan seimbang dan gaya hidup sehat untuk mendukung kesehatan mental dan emosional secara keseluruhan.

Menyediakan Mineral Esensial

Ketersediaan mineral esensial merupakan aspek krusial dalam menentukan nilai gizi suatu bahan pangan. Buah durian, dengan profil nutrisinya yang beragam, berperan sebagai sumber mineral penting yang mendukung berbagai fungsi fisiologis dalam tubuh. Kehadiran mineral-mineral ini berkontribusi signifikan terhadap potensi manfaat kesehatan yang ditawarkan.

  • Kalium: Regulator Keseimbangan Cairan dan Tekanan Darah

    Kalium adalah elektrolit penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, transmisi impuls saraf, dan kontraksi otot. Konsumsi kalium yang cukup dapat membantu mengatur tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Durian menyediakan kalium yang dapat berkontribusi pada pemeliharaan fungsi-fungsi vital ini.

  • Tembaga: Katalisator Pembentukan Sel Darah Merah

    Tembaga merupakan mineral penting yang terlibat dalam pembentukan sel darah merah, metabolisme zat besi, dan fungsi sistem kekebalan tubuh. Kekurangan tembaga dapat menyebabkan anemia dan gangguan fungsi imun. Durian menyediakan tembaga yang dapat membantu mencegah defisiensi dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

  • Mangan: Kontributor Kesehatan Tulang dan Metabolisme

    Mangan berperan dalam pembentukan tulang, metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak, serta fungsi antioksidan. Kekurangan mangan dapat mengganggu pertumbuhan tulang dan metabolisme energi. Durian mengandung mangan yang dapat berkontribusi pada kesehatan tulang dan fungsi metabolik yang optimal.

  • Zat Besi: Komponen Vital Hemoglobin

    Zat besi merupakan komponen penting hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, kelelahan, dan penurunan fungsi kognitif. Meskipun kandungan zat besi dalam durian tidak terlalu tinggi, kontribusinya tetap relevan, terutama jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang kaya zat besi.

Ketersediaan mineral esensial dalam durian merupakan salah satu faktor yang berkontribusi pada potensi manfaat kesehatannya. Mineral-mineral ini memainkan peran penting dalam berbagai fungsi fisiologis, mulai dari menjaga keseimbangan cairan hingga mendukung pembentukan sel darah merah. Konsumsi durian yang moderat, sebagai bagian dari pola makan seimbang, dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral harian dan mendukung kesehatan secara optimal. Asupan mineral dari durian melengkapi kebutuhan mineral dari sumber lain untuk mencapai keseimbangan nutrisi.

Tips Optimasi Konsumsi

Memaksimalkan potensi positif dari buah eksotis ini memerlukan pendekatan yang terinformasi. Berikut adalah panduan praktis untuk memanfaatkan kandungan nutrisinya secara optimal, sambil meminimalkan risiko yang mungkin timbul:

Tip 1: Perhatikan Porsi yang Tepat
Konsumsi dalam jumlah sedang sangat disarankan. Satu hingga dua potong kecil per hari, dan tidak setiap hari, adalah batasan yang bijaksana. Porsi yang terkontrol membantu menghindari lonjakan gula darah dan akumulasi kalori berlebih.

Tip 2: Kombinasikan dengan Diet Seimbang
Jangan menjadikan buah ini satu-satunya sumber nutrisi. Integrasikan ke dalam pola makan yang kaya akan sayuran, buah-buahan lain, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh. Keseimbangan nutrisi adalah kunci kesehatan yang optimal.

Tip 3: Pertimbangkan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik membantu membakar kalori yang diperoleh dari konsumsi. Olahraga teratur membantu menjaga berat badan yang sehat dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang penting untuk metabolisme gula.

Tip 4: Hindari Konsumsi Berlebihan Sebelum Tidur
Kandungan gula yang tinggi dapat mengganggu kualitas tidur. Konsumsi menjelang waktu istirahat dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang memicu pelepasan energi, membuat sulit untuk rileks dan terlelap.

Tip 5: Perhatikan Kondisi Kesehatan Individual
Individu dengan diabetes, penyakit jantung, atau masalah ginjal harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi. Kondisi kesehatan tertentu memerlukan pembatasan ketat atau bahkan penghindaran total.

Tip 6: Pilih Buah yang Matang Sempurna
Buah yang matang optimal cenderung memiliki rasa yang lebih manis alami dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Hindari buah yang terlalu mentah atau terlalu matang, karena kandungan gulanya dapat meningkat dan kualitas nutrisinya menurun.

Dengan mengikuti panduan ini, individu dapat menikmati rasa unik dan manfaat potensialnya dengan lebih aman dan bertanggung jawab. Moderasi, keseimbangan, dan kesadaran akan kondisi kesehatan pribadi adalah faktor kunci dalam memaksimalkan manfaat nutrisi dan meminimalkan risiko.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Penelitian mengenai komposisi nutrisi dan dampaknya terhadap kesehatan telah dilakukan secara terbatas, namun beberapa studi memberikan wawasan berharga. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menganalisis profil antioksidan dan menemukan keberadaan senyawa fenolik yang signifikan, menunjukkan potensi perlindungan terhadap kerusakan sel. Studi lain, yang diterbitkan dalam Food Chemistry, mengidentifikasi keberadaan asam amino esensial, termasuk triptofan, yang berperan dalam sintesis serotonin.

Metodologi yang digunakan dalam studi-studi ini melibatkan analisis laboratorium untuk mengidentifikasi dan mengukur berbagai senyawa kimia dalam daging buah. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kaya akan nutrisi tertentu, buah ini juga memiliki kandungan gula dan lemak yang tinggi. Hal ini memunculkan perdebatan mengenai keseimbangan antara manfaat potensial dan risiko kesehatan, terutama bagi individu dengan kondisi medis yang mendasari.

Beberapa studi kasus melaporkan efek positif pada suasana hati setelah konsumsi, yang dikaitkan dengan keberadaan triptofan. Namun, laporan ini bersifat anekdotal dan memerlukan validasi melalui penelitian klinis yang lebih ketat. Ada pula laporan mengenai reaksi alergi dan gangguan pencernaan setelah konsumsi berlebihan, menekankan pentingnya moderasi dan kesadaran akan potensi risiko individu.

Evaluasi kritis terhadap bukti yang ada sangat penting. Meskipun studi awal menunjukkan potensi manfaat, penting untuk mempertimbangkan keterbatasan metodologis dan ukuran sampel yang kecil. Penelitian lebih lanjut, dengan desain yang lebih ketat dan populasi yang lebih besar, diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan dan memahami sepenuhnya dampaknya terhadap kesehatan manusia.