7 Manfaat Daun Beringin, Rahasia yang Wajib Kamu Intip!

Jumat, 29 Agustus 2025 oleh journal

7 Manfaat Daun Beringin, Rahasia yang Wajib Kamu Intip!

Ekstrak dari dedaunan pohon yang sering dianggap sakral ini diyakini memiliki sejumlah kegunaan. Secara tradisional, bagian tumbuhan ini dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Kandungan senyawa aktif di dalamnya dipercaya berperan dalam memberikan efek positif bagi tubuh, mulai dari membantu meredakan peradangan hingga mendukung proses penyembuhan luka. Pemanfaatan bagian tumbuhan ini telah lama menjadi bagian dari praktik pengobatan herbal di berbagai budaya.

"Penggunaan ekstrak dedaunan beringin sebagai pengobatan tradisional memang telah lama dikenal. Namun, perlu diingat bahwa penelitian ilmiah yang mendukung klaim manfaatnya masih terbatas. Dibutuhkan uji klinis yang lebih komprehensif untuk benar-benar memastikan efektivitas dan keamanannya," ujar Dr. Amanda Putri, seorang ahli herbal dari Rumah Sakit Universitas Indonesia.

- Dr. Amanda Putri, Ahli Herbal RSUI

Terlepas dari penggunaannya secara turun temurun, penting untuk memahami dasar ilmiah di balik potensi khasiat tersebut. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa bagian tumbuhan ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan tanin. Senyawa-senyawa ini dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sementara sifat antiinflamasi dapat membantu meredakan peradangan. Secara tradisional, rebusan atau ekstrak dari bagian tumbuhan ini digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, luka, dan bahkan sebagai obat kumur. Meskipun demikian, dosis dan cara penggunaan yang tepat perlu diperhatikan. Konsultasi dengan dokter atau ahli herbal terpercaya sangat disarankan sebelum mengonsumsi olahan dari bagian tumbuhan ini, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain. Hal ini penting untuk mencegah interaksi obat yang tidak diinginkan atau efek samping yang merugikan.

Manfaat Daun Beringin

Dedaunan beringin, yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, menawarkan serangkaian potensi khasiat. Berikut adalah tujuh manfaat utama yang dikaitkan dengan bagian tumbuhan ini:

  • Antioksidan alami
  • Meredakan peradangan
  • Mendukung penyembuhan luka
  • Menurunkan kadar gula darah
  • Menjaga kesehatan pencernaan
  • Antibakteri alami
  • Meningkatkan imunitas tubuh

Potensi manfaat tersebut berasal dari kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam dedaunan beringin, seperti flavonoid dan tanin. Sebagai contoh, sifat antioksidannya membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat memicu berbagai penyakit kronis. Selain itu, kemampuannya dalam meredakan peradangan menjadikannya relevan dalam pengobatan kondisi inflamasi. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi dan memahami sepenuhnya mekanisme kerja dan efektivitas bagian tumbuhan ini.

Antioksidan Alami dan Potensi Khasiatnya

Dedaunan dari pohon yang kerap dijumpai di wilayah tropis ini mengandung senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan signifikan. Senyawa-senyawa ini, seperti flavonoid dan polifenol, berperan krusial dalam menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel dan berkontribusi pada perkembangan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Aktivitas antioksidan pada bagian tumbuhan ini membantu menetralisir radikal bebas, sehingga mengurangi stres oksidatif dan melindungi sel-sel dari kerusakan. Dengan demikian, konsumsi ekstrak atau olahan dari dedaunan ini berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap penyakit-penyakit yang terkait dengan stres oksidatif. Penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak dedaunan ini mampu meningkatkan kadar enzim antioksidan alami dalam tubuh, yang semakin memperkuat sistem pertahanan tubuh terhadap radikal bebas. Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan jangka panjang dari pemanfaatan dedaunan ini sebagai sumber antioksidan alami.

Meredakan Peradangan

Ekstrak dari dedaunan pohon beringin memiliki potensi dalam meredakan peradangan, sebuah respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi. Kandungan senyawa aktif di dalamnya, terutama flavonoid dan tanin, diduga berperan dalam efek antiinflamasi ini. Flavonoid dikenal memiliki kemampuan menghambat produksi mediator inflamasi, yaitu zat-zat yang memicu dan memperparah peradangan. Sementara itu, tanin memiliki sifat astringen yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan pada jaringan. Secara tradisional, rebusan atau ekstrak dari bagian tumbuhan ini digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi inflamasi, seperti luka bakar ringan, radang sendi, dan masalah kulit yang meradang. Meskipun demikian, mekanisme kerja pasti dan efektivitas klinisnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Studi in vitro dan in vivo telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, namun uji klinis pada manusia dengan skala yang lebih besar sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi potensi terapeutiknya dan menentukan dosis yang aman dan efektif. Penting untuk dicatat bahwa penggunaan bagian tumbuhan ini sebagai antiinflamasi sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan profesional kesehatan, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain.

Mendukung Penyembuhan Luka

Ekstrak dari dedaunan beringin memiliki potensi untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Kemampuan ini dikaitkan dengan beberapa faktor. Pertama, kandungan senyawa aktif, seperti flavonoid dan tanin, memiliki sifat antioksidan yang melindungi jaringan luka dari kerusakan lebih lanjut akibat radikal bebas. Kedua, senyawa-senyawa tersebut juga menunjukkan aktivitas antiinflamasi, yang membantu mengurangi peradangan di sekitar luka, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk penyembuhan. Ketiga, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dedaunan ini dapat merangsang produksi kolagen, protein penting yang berperan dalam pembentukan jaringan baru pada luka. Secara tradisional, masyarakat menggunakan tumbukan halus dari dedaunan ini untuk dioleskan pada luka ringan atau luka bakar kecil. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa bukti ilmiah yang mendukung klaim ini masih terbatas. Penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan dedaunan ini sebagai agen penyembuh luka. Penggunaan pada luka yang dalam atau terinfeksi sebaiknya dihindari dan penanganan medis profesional tetap menjadi prioritas.

Menurunkan Kadar Gula Darah

Salah satu potensi manfaat yang dikaitkan dengan dedaunan dari pohon beringin adalah kemampuannya dalam membantu mengontrol kadar gula darah. Kondisi kadar gula darah yang tidak terkendali dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan serius, termasuk diabetes tipe 2. Oleh karena itu, penelitian mengenai potensi agen alami yang dapat membantu menstabilkan kadar gula darah menjadi sangat relevan.

  • Inhibisi Enzim Alfa-Glukosidase

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung dalam ekstrak dedaunan ini dapat menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase. Enzim ini berperan dalam memecah karbohidrat menjadi glukosa di dalam usus. Dengan menghambat enzim ini, penyerapan glukosa ke dalam aliran darah menjadi lebih lambat, sehingga membantu mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan. Contohnya, pasien prediabetes yang mengonsumsi ekstrak ini secara teratur mungkin mengalami penurunan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2.

  • Peningkatan Sensitivitas Insulin

    Insulin adalah hormon yang membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah untuk digunakan sebagai energi. Resistensi insulin, yaitu kondisi di mana sel-sel tubuh kurang responsif terhadap insulin, merupakan faktor utama dalam perkembangan diabetes tipe 2. Penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak dedaunan ini berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga memungkinkan sel-sel tubuh menyerap glukosa lebih efisien. Hal ini dapat membantu menurunkan kadar gula darah secara keseluruhan dan mengurangi kebutuhan tubuh akan insulin.

  • Efek Antioksidan dan Perlindungan Sel Beta Pankreas

    Stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh, dapat merusak sel-sel beta pankreas, yang bertanggung jawab untuk memproduksi insulin. Senyawa antioksidan yang terkandung dalam dedaunan ini dapat melindungi sel-sel beta pankreas dari kerusakan akibat stres oksidatif, sehingga membantu menjaga fungsi pankreas dalam memproduksi insulin yang cukup. Contohnya, pada pasien diabetes yang mengalami kerusakan sel beta, konsumsi ekstrak ini berpotensi membantu memperlambat perkembangan penyakit.

  • Pengaturan Metabolisme Glukosa di Hati

    Hati memainkan peran penting dalam mengatur kadar gula darah dengan menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen dan melepaskannya kembali ke aliran darah saat dibutuhkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dedaunan ini dapat mempengaruhi metabolisme glukosa di hati, membantu meningkatkan penyimpanan glukosa sebagai glikogen dan mengurangi produksi glukosa oleh hati. Hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama saat berpuasa.

Meskipun penelitian awal menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam menurunkan kadar gula darah, penting untuk diingat bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia dengan skala yang lebih besar, untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan jangka panjang dari penggunaan dedaunan beringin sebagai terapi tambahan untuk mengontrol kadar gula darah. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap menjadi langkah penting sebelum mengonsumsi olahan dari bagian tumbuhan ini, terutama bagi individu yang sudah memiliki kondisi diabetes atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain.

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Kesehatan sistem pencernaan memiliki peran krusial dalam menjaga kesejahteraan tubuh secara keseluruhan. Ketidakseimbangan pada sistem ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan penyerapan nutrisi hingga peradangan kronis. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai pendukung kesehatan pencernaan telah menjadi bagian dari tradisi pengobatan di berbagai budaya, dan dedaunan dari pohon beringin termasuk di antara tanaman yang potensial memberikan dampak positif pada sistem ini.

  • Efek Astringen dan Pengaturan Motilitas Usus

    Kandungan tanin pada dedaunan beringin memberikan efek astringen, yaitu kemampuan untuk mengerutkan jaringan. Efek ini dapat membantu mengurangi peradangan pada lapisan usus dan mengendalikan diare. Selain itu, senyawa tertentu di dalamnya diyakini dapat mengatur motilitas usus, yaitu gerakan peristaltik yang mendorong makanan melalui saluran pencernaan. Keseimbangan motilitas usus penting untuk mencegah konstipasi atau diare.

  • Potensi Prebiotik dan Dukungan Mikrobiota Usus

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dedaunan beringin mengandung senyawa yang dapat bertindak sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik (probiotik) di dalam usus. Mikrobiota usus yang sehat memiliki peran penting dalam mencerna makanan, memproduksi vitamin, dan melindungi tubuh dari patogen. Dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik, dedaunan ini berpotensi meningkatkan kesehatan mikrobiota usus secara keseluruhan.

  • Meredakan Peradangan pada Saluran Pencernaan

    Sifat antiinflamasi yang dimiliki oleh dedaunan beringin dapat membantu meredakan peradangan pada saluran pencernaan. Peradangan kronis pada saluran pencernaan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus (IBD). Dengan mengurangi peradangan, dedaunan ini berpotensi meringankan gejala-gejala yang terkait dengan kondisi tersebut.

  • Mengurangi Gejala Dispepsia

    Dispepsia, atau gangguan pencernaan, ditandai dengan gejala seperti nyeri perut, kembung, mual, dan rasa penuh setelah makan. Secara tradisional, rebusan dedaunan beringin digunakan untuk meredakan gejala dispepsia. Senyawa tertentu di dalamnya diyakini dapat membantu menenangkan otot-otot saluran pencernaan dan meningkatkan produksi enzim pencernaan.

  • Efek Antimikroba dan Pengendalian Patogen

    Dedaunan beringin mengandung senyawa yang memiliki efek antimikroba, yaitu kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab penyakit. Efek ini dapat membantu mengendalikan populasi patogen di dalam usus, sehingga mencegah infeksi dan menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

  • Membantu Proses Detoksifikasi

    Sistem pencernaan memainkan peran penting dalam proses detoksifikasi tubuh, yaitu menghilangkan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh. Dedaunan beringin diyakini dapat membantu meningkatkan fungsi hati dan ginjal, organ-organ yang terlibat dalam proses detoksifikasi. Dengan demikian, dedaunan ini berpotensi mendukung proses detoksifikasi secara keseluruhan.

Pemanfaatan dedaunan beringin sebagai pendukung kesehatan pencernaan menjanjikan potensi positif. Namun, perlu diingat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaannya. Konsultasi dengan profesional kesehatan tetap menjadi langkah penting sebelum mengonsumsi olahan dari bagian tumbuhan ini, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain.

Antibakteri Alami

Ekstrak dari dedaunan pohon beringin menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri patogen. Kehadiran senyawa-senyawa seperti flavonoid, tanin, dan saponin berperan penting dalam mekanisme penghambatan pertumbuhan bakteri. Senyawa-senyawa ini dapat mengganggu integritas membran sel bakteri, menghambat sintesis protein, atau mengganggu proses metabolisme esensial bakteri, sehingga menyebabkan kematian sel bakteri atau menghambat reproduksinya. Aktivitas antibakteri ini berpotensi dimanfaatkan dalam pengobatan infeksi bakteri ringan, seperti infeksi kulit atau infeksi saluran kemih. Penelitian in vitro telah menunjukkan efektivitas ekstrak dedaunan ini terhadap bakteri seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa. Namun, penting untuk dicatat bahwa efektivitas in vivo (dalam tubuh makhluk hidup) mungkin berbeda dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penggunaan ekstrak dedaunan ini sebagai agen antibakteri tidak boleh menggantikan pengobatan medis yang tepat, terutama untuk infeksi yang serius. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik konvensional. Konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat disarankan sebelum menggunakan ekstrak dedaunan ini sebagai alternatif pengobatan antibakteri.

Meningkatkan Imunitas Tubuh

Kemampuan sistem imun untuk melindungi tubuh dari serangan patogen menjadi fondasi kesehatan yang optimal. Dedaunan dari pohon beringin, melalui kandungan senyawa bioaktifnya, berpotensi memberikan dukungan terhadap fungsi imun tubuh, menjadikannya relevan dalam upaya menjaga kesehatan secara holistik.

  • Stimulasi Produksi Sel Imun

    Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak dedaunan ini dapat merangsang produksi sel-sel imun, seperti limfosit dan makrofag. Limfosit berperan penting dalam respons imun adaptif, sementara makrofag bertindak sebagai "pembersih" yang menelan dan menghancurkan patogen. Peningkatan jumlah sel-sel imun ini dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

  • Aktivitas Antioksidan dan Proteksi Sel Imun

    Radikal bebas dapat merusak sel-sel imun dan mengganggu fungsinya. Senyawa antioksidan yang terkandung dalam dedaunan ini, seperti flavonoid dan polifenol, membantu melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga menjaga efektivitas respons imun. Contohnya, konsumsi ekstrak ini berpotensi membantu mengurangi risiko infeksi pada individu dengan sistem imun yang lemah.

  • Modulasi Respons Inflamasi

    Peradangan kronis dapat menekan fungsi sistem imun. Senyawa antiinflamasi yang terdapat dalam dedaunan ini membantu memodulasi respons inflamasi, mencegah peradangan berlebihan yang dapat merusak jaringan dan mengganggu fungsi imun. Dengan demikian, dedaunan ini berpotensi membantu menjaga keseimbangan sistem imun.

  • Efek Antimikroba dan Pengurangan Beban Patogen

    Dengan aktivitas antimikrobanya, ekstrak dari dedaunan ini dapat membantu mengurangi beban patogen di dalam tubuh. Pengurangan beban patogen ini dapat meringankan beban kerja sistem imun, sehingga memungkinkan sistem imun untuk berfungsi lebih efisien dan efektif dalam melawan infeksi.

Potensi dedaunan beringin dalam mendukung fungsi imun tubuh menjadikannya menarik untuk diteliti lebih lanjut. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa gaya hidup sehat, termasuk nutrisi yang seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup, tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga sistem imun yang kuat. Penggunaan dedaunan ini sebaiknya dikonsultasikan dengan profesional kesehatan, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain.

Tips Pemanfaatan Optimal Bagian Tumbuhan Tertentu

Pemanfaatan bagian tumbuhan tertentu, yang telah lama dikenal dalam praktik pengobatan tradisional, memerlukan pendekatan yang cermat dan berbasis informasi. Berikut adalah beberapa panduan penting untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya:

Tip 1: Identifikasi dan Verifikasi
Pastikan identifikasi tumbuhan dilakukan dengan tepat oleh ahli botani atau herbalis berpengalaman. Tumbuhan yang salah identifikasi dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Verifikasi informasi terkait khasiat dan potensi efek samping dari sumber yang kredibel, seperti jurnal ilmiah atau publikasi dari lembaga penelitian terpercaya.

Tip 2: Persiapan yang Tepat
Gunakan metode persiapan yang sesuai dengan bagian tumbuhan yang digunakan dan tujuan penggunaannya. Rebusan, infus, atau ekstrak memerlukan teknik dan proporsi yang berbeda. Perhatikan kebersihan peralatan dan bahan yang digunakan untuk mencegah kontaminasi.

Tip 3: Perhatikan Dosis dan Frekuensi
Dosis dan frekuensi penggunaan harus disesuaikan dengan kondisi individu dan rekomendasi dari ahli herbal atau profesional kesehatan. Penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko efek samping. Mulailah dengan dosis rendah dan secara bertahap tingkatkan jika diperlukan, dengan tetap memantau respons tubuh.

Tip 4: Konsultasi dengan Profesional Kesehatan
Konsultasi dengan dokter atau ahli herbal terpercaya sangat dianjurkan sebelum memulai penggunaan, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit kronis, alergi, atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain. Hal ini penting untuk mencegah interaksi obat yang tidak diinginkan atau efek samping yang merugikan.

Tip 5: Pantau Respons Tubuh dan Laporkan Efek Samping
Perhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi olahan bagian tumbuhan tersebut. Hentikan penggunaan jika timbul efek samping yang tidak diinginkan, seperti reaksi alergi, gangguan pencernaan, atau perubahan tekanan darah. Laporkan efek samping tersebut kepada profesional kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penerapan tips di atas membantu memaksimalkan potensi manfaat dari bagian tumbuhan tertentu sambil meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Penggunaan yang bertanggung jawab dan terinformasi adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Penelitian terhadap potensi terapi yang berasal dari tumbuhan tropis ini masih berlangsung. Sejumlah studi praklinis telah mengidentifikasi senyawa aktif yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, namun studi klinis pada manusia masih terbatas. Salah satu studi kasus yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology melaporkan penurunan kadar gula darah pada kelompok pasien diabetes tipe 2 setelah mengonsumsi ekstrak dari dedaunan tersebut selama periode tertentu. Studi ini menyoroti potensi sebagai terapi komplementer, tetapi menekankan perlunya penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan kontrol yang lebih ketat.

Metodologi studi tersebut melibatkan pemberian ekstrak kepada sekelompok pasien diabetes yang telah menjalani pengobatan konvensional. Kadar gula darah pasien dipantau secara berkala, dan hasilnya dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya menerima pengobatan konvensional. Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan pada kadar gula darah pasien yang mengonsumsi ekstrak. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, termasuk ukuran sampel yang kecil dan kurangnya informasi rinci mengenai varietas pohon dan metode ekstraksi yang digunakan. Selain itu, mekanisme aksi senyawa aktif dalam menurunkan kadar gula darah masih belum sepenuhnya dipahami.

Terdapat beberapa pandangan yang berbeda mengenai efektivitas dan keamanan bagian tumbuhan ini. Beberapa ahli herbal meyakini bahwa penggunaan tradisional secara empiris telah membuktikan khasiatnya, sementara ilmuwan menekankan perlunya bukti ilmiah yang kuat sebelum merekomendasikan penggunaannya secara luas. Beberapa studi juga melaporkan potensi efek samping, seperti gangguan pencernaan ringan, pada beberapa individu. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan manfaat potensial dan risiko yang mungkin timbul sebelum memutuskan untuk menggunakan olahan dari bagian tumbuhan ini.

Evaluasi kritis terhadap bukti yang ada sangat penting. Pembaca didorong untuk mencari informasi dari sumber yang kredibel, mempertimbangkan keterbatasan studi yang ada, dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum membuat keputusan terkait penggunaan terapi herbal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan jangka panjang dari bagian tumbuhan ini, serta untuk memahami mekanisme aksi senyawa aktif yang terkandung di dalamnya.