Ketahui 7 Manfaat Buah Bengkoang yang Bikin Kamu Penasaran!
Rabu, 30 Juli 2025 oleh journal
Umbi berwarna putih ini, yang dikenal dengan nama bengkoang, menawarkan serangkaian khasiat bagi kesehatan tubuh. Kandungan nutrisi yang kaya, seperti vitamin, mineral, dan serat, berperan penting dalam menjaga fungsi organ dan meningkatkan daya tahan tubuh. Asupan rutin dari umbi ini dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai aspek kesehatan, mulai dari pencernaan hingga perlindungan terhadap radikal bebas.
"Bengkoang, dengan kandungan nutrisinya yang melimpah, memiliki potensi signifikan dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan. Konsumsi teratur dapat memberikan efek positif, terutama dalam menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan perlindungan antioksidan," ujar Dr. Amelia Putri, seorang ahli gizi klinis dari Rumah Sakit Sejahtera Jakarta.
Dr. Putri menambahkan, "Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat ini akan optimal jika diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Bengkoang bukanlah pengganti pengobatan medis, melainkan pelengkap yang berpotensi meningkatkan kesehatan."
Senyawa aktif dalam bengkoang, seperti vitamin C dan serat, berperan penting dalam memberikan efek positif tersebut. Vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Sementara itu, serat membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Konsumsi yang direkomendasikan adalah sekitar 100-200 gram per hari, dapat dikonsumsi langsung sebagai camilan segar atau diolah menjadi berbagai hidangan. Studi menunjukkan bahwa kandungan inulin pada umbi ini juga berperan sebagai prebiotik, mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, yang penting untuk imunitas tubuh.
Manfaat Buah Bengkoang
Bengkoang, dengan kandungan nutrisinya yang kaya, menawarkan beragam khasiat esensial bagi kesehatan. Berikut adalah tujuh manfaat utama yang perlu diperhatikan:
- Menyehatkan pencernaan
- Menjaga hidrasi
- Mencerahkan kulit
- Mengontrol gula darah
- Meningkatkan imunitas
- Sumber antioksidan
- Menurunkan kolesterol
Manfaat bengkoang yang beragam berasal dari kandungan nutrisinya. Serat membantu melancarkan pencernaan dan menstabilkan kadar gula darah, sementara kandungan airnya yang tinggi berkontribusi pada hidrasi tubuh. Vitamin C berperan sebagai antioksidan, melindungi sel dari kerusakan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Konsumsi bengkoang secara teratur dapat mendukung kesehatan secara menyeluruh, menjadikannya pilihan makanan yang bijak.
Menyehatkan Pencernaan
Umbi yang renyah dan menyegarkan ini memiliki kontribusi signifikan terhadap kesehatan sistem pencernaan. Kandungan serat dietary yang tinggi di dalamnya memainkan peran krusial dalam melancarkan proses pencernaan. Serat ini meningkatkan volume tinja, mempermudah pergerakan usus, dan mencegah konstipasi. Selain itu, serat yang terkandung dalam umbi tersebut bertindak sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik (probiotik) yang hidup di dalam usus. Dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik, umbi ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang penting untuk penyerapan nutrisi yang optimal dan mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS). Konsumsi teratur dapat memberikan efek positif pada kesehatan usus secara keseluruhan dan meningkatkan efisiensi sistem pencernaan dalam memproses makanan dan membuang limbah.
Menjaga Hidrasi
Keseimbangan cairan tubuh merupakan fondasi penting bagi fungsi organ dan metabolisme yang optimal. Konsumsi makanan dengan kandungan air tinggi berkontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan hidrasi harian, dan umbi ini berperan penting dalam hal tersebut. Kandungan air yang melimpah menjadikannya pilihan cerdas untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama di cuaca panas atau setelah aktivitas fisik.
- Kandungan Air Tinggi
Umbi ini memiliki kandungan air yang signifikan, mencapai sekitar 80-90%. Proporsi air yang besar ini menjadikannya sumber hidrasi yang efektif, membantu menggantikan cairan yang hilang melalui keringat dan proses metabolisme. Mengonsumsi umbi ini dapat membantu mencegah dehidrasi, yang dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan penurunan kinerja kognitif.
- Elektrolit Alami
Selain air, umbi ini juga mengandung elektrolit seperti kalium dan magnesium, meskipun dalam jumlah yang tidak terlalu signifikan. Elektrolit ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot yang optimal. Kehilangan elektrolit melalui keringat perlu digantikan, dan umbi ini dapat berkontribusi dalam proses tersebut, meskipun bukan sumber elektrolit utama.
- Alternatif Minuman Manis
Mengonsumsi umbi ini sebagai camilan dapat menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan minuman manis yang seringkali tinggi kalori dan rendah nutrisi. Dengan kandungan air dan seratnya, umbi ini memberikan rasa kenyang dan membantu menjaga hidrasi tanpa memberikan lonjakan gula darah yang drastis.
- Mendukung Fungsi Ginjal
Hidrasi yang cukup penting untuk fungsi ginjal yang optimal. Ginjal menyaring limbah dari darah dan membuangnya melalui urine. Kekurangan cairan dapat membebani ginjal dan meningkatkan risiko masalah kesehatan ginjal. Mengonsumsi umbi ini dapat membantu menjaga ginjal tetap berfungsi dengan baik.
- Menjaga Kelembapan Kulit
Hidrasi yang cukup juga penting untuk menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Kulit yang terhidrasi dengan baik terlihat lebih sehat dan bercahaya. Mengonsumsi umbi ini dapat berkontribusi pada hidrasi dari dalam, membantu menjaga kulit tetap lembap dan mencegah kekeringan.
Dengan kandungan air yang melimpah dan nutrisi pendukung lainnya, umbi ini menawarkan cara alami dan menyegarkan untuk membantu menjaga hidrasi tubuh. Konsumsi teratur, sebagai bagian dari pola makan seimbang, dapat memberikan dampak positif pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk mendukung fungsi organ vital dan menjaga kelembapan kulit.
Mencerahkan Kulit
Umbi dengan daging buah berwarna putih ini telah lama dikenal dalam tradisi perawatan kulit sebagai agen pencerah alami. Efek positif terhadap warna kulit ini berasal dari kombinasi kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang bekerja secara sinergis.
- Vitamin C Sebagai Antioksidan
Kandungan vitamin C yang signifikan berperan sebagai antioksidan kuat yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan hiperpigmentasi (penggelapan kulit) dan penuaan dini. Vitamin C membantu menetralkan radikal bebas, mengurangi risiko kerusakan sel kulit dan mendorong produksi kolagen, protein penting yang menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit.
- Pencegahan Pembentukan Melanin Berlebih
Enzim tirosinase berperan penting dalam produksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit. Beberapa senyawa alami dalam umbi ini, seperti arbutin, memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas enzim tirosinase. Dengan menghambat produksi melanin berlebih, membantu mengurangi tampilan bintik hitam, flek, dan warna kulit tidak merata.
- Eksfoliasi Alami dengan Asam Lembut
Meskipun tidak sekuat eksfoliasi kimiawi, umbi ini mengandung asam-asam organik lembut yang dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati pada permukaan kulit. Proses eksfoliasi ini merangsang regenerasi sel kulit baru, menghasilkan kulit yang lebih cerah, halus, dan bercahaya. Penggunaan masker wajah berbahan dasar umbi ini secara teratur dapat membantu memperbaiki tekstur kulit.
- Efek Melembapkan dan Menenangkan Kulit
Kandungan air yang tinggi dan senyawa anti-inflamasi dalam umbi ini memberikan efek melembapkan dan menenangkan pada kulit. Kulit yang terhidrasi dengan baik cenderung terlihat lebih cerah dan sehat. Sifat anti-inflamasi membantu mengurangi kemerahan dan iritasi, memberikan tampilan kulit yang lebih merata dan bercahaya.
Dengan demikian, kemampuan umbi ini dalam mencerahkan kulit merupakan hasil dari kombinasi perlindungan antioksidan, penghambatan produksi melanin, eksfoliasi lembut, serta efek melembapkan dan menenangkan. Konsumsi dan aplikasi topikal (sebagai masker wajah) dapat memberikan manfaat sinergis untuk mendapatkan kulit yang lebih cerah dan sehat secara alami.
Mengontrol Gula Darah
Kemampuan untuk memoderasi kadar glukosa dalam darah merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan metabolik secara keseluruhan. Konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah dan kandungan serat tinggi berkontribusi signifikan dalam proses ini. Umbi-umbian tertentu, termasuk yang berwarna putih ini, memiliki potensi untuk membantu dalam pengendalian kadar glukosa darah, menjadikannya relevan bagi individu yang berisiko atau menderita kondisi terkait disregulasi glukosa.
- Indeks Glikemik Rendah
Umbi ini memiliki indeks glikemik (IG) yang relatif rendah. Makanan dengan IG rendah dicerna lebih lambat, menghasilkan pelepasan glukosa ke dalam aliran darah secara bertahap dan menghindari lonjakan kadar glukosa darah yang tiba-tiba. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas kadar glukosa darah dan mencegah resistensi insulin.
- Kandungan Serat Tinggi
Serat larut yang terkandung di dalamnya memperlambat penyerapan glukosa dari makanan di usus. Serat membentuk gel di dalam saluran pencernaan, yang memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Hal ini membantu mencegah lonjakan kadar glukosa darah setelah makan dan meningkatkan sensitivitas insulin.
- Kandungan Inulin sebagai Prebiotik
Inulin, sejenis serat larut yang ditemukan dalam umbi ini, bertindak sebagai prebiotik, makanan bagi bakteri baik di usus. Mikrobiota usus yang sehat berkontribusi pada regulasi glukosa darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi prebiotik dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan memperbaiki kontrol glikemik.
- Potensi Pengganti Makanan Tinggi Glikemik
Umbi ini dapat menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan makanan tinggi glikemik seperti nasi putih atau roti putih. Mengganti sebagian karbohidrat sederhana dengan umbi ini dapat membantu mengurangi beban glikemik total dalam makanan dan memperbaiki kontrol glukosa darah, terutama bagi individu dengan diabetes atau pradiabetes.
Dengan kombinasi indeks glikemik yang rendah, kandungan serat yang tinggi, dan peran prebiotik, umbi ini berpotensi menjadi bagian dari strategi diet untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa efeknya akan optimal jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif, serta konsultasi dengan profesional kesehatan untuk pengelolaan kondisi medis yang tepat.
Meningkatkan Imunitas
Kekuatan sistem pertahanan tubuh merupakan aspek vital dalam menghadapi serangan patogen dan menjaga kesehatan secara menyeluruh. Konsumsi nutrisi yang tepat berperan krusial dalam mendukung fungsi imun yang optimal. Umbi akar dengan daging putih renyah ini memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan daya tahan tubuh, berkat kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang dimilikinya.
- Vitamin C sebagai Penguat Sistem Imun
Kandungan vitamin C yang tinggi dalam umbi ini merupakan kunci utama dalam meningkatkan imunitas. Vitamin C berperan penting dalam produksi dan fungsi sel-sel imun, seperti sel darah putih (limfosit) dan fagosit. Sel-sel ini bertugas mengenali dan menghancurkan patogen yang masuk ke dalam tubuh. Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan, melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan selama respons imun.
- Prebiotik untuk Kesehatan Usus dan Imunitas
Inulin, sejenis serat larut yang terdapat dalam umbi ini, berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik (probiotik) yang hidup di dalam usus. Kesehatan mikrobiota usus memiliki pengaruh besar terhadap sistem imun. Bakteri baik membantu menstimulasi sistem imun, meningkatkan produksi antibodi, dan mencegah pertumbuhan bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi.
- Antioksidan Lain untuk Perlindungan Sel
Selain vitamin C, umbi ini juga mengandung antioksidan lain, seperti vitamin E dan senyawa fenolik. Antioksidan-antioksidan ini bekerja secara sinergis untuk melindungi sel-sel tubuh, termasuk sel-sel imun, dari kerusakan oksidatif. Kerusakan oksidatif dapat melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko infeksi.
- Dukungan Nutrisi untuk Fungsi Seluler
Umbi ini juga menyediakan nutrisi penting lainnya, seperti mineral dan vitamin B, yang berperan dalam mendukung fungsi seluler secara umum, termasuk fungsi sel-sel imun. Kekurangan nutrisi dapat mengganggu fungsi imun dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.
Dengan menyediakan vitamin C, prebiotik, antioksidan, dan nutrisi penting lainnya, umbi akar ini menawarkan dukungan komprehensif bagi sistem imun. Konsumsi teratur, sebagai bagian dari pola makan seimbang, dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi dan menjaga kesehatan secara optimal. Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi umbi ini bukanlah pengganti vaksinasi atau pengobatan medis lainnya. Sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan saran yang tepat mengenai pengelolaan kesehatan dan sistem imun.
Sumber antioksidan
Umbi berwarna putih ini memiliki peran signifikan sebagai penyedia senyawa antioksidan alami. Kandungan antioksidan yang terdapat di dalamnya berkontribusi pada beragam efek positif bagi kesehatan tubuh. Antioksidan bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Keberadaan antioksidan di dalam umbi ini memberikan lapisan perlindungan terhadap kerusakan oksidatif, membantu menjaga integritas sel dan mendukung fungsi organ yang optimal.
Vitamin C merupakan salah satu antioksidan utama yang terdapat dalam umbi ini. Vitamin C tidak hanya berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tetapi juga melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet dan polusi lingkungan. Selain vitamin C, umbi ini juga mengandung senyawa fenolik, seperti flavonoid, yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Senyawa-senyawa ini bekerja secara sinergis dengan vitamin C untuk memberikan perlindungan komprehensif terhadap stres oksidatif. Dengan demikian, konsumsi rutin umbi ini dapat menjadi bagian dari strategi diet untuk meningkatkan asupan antioksidan dan mempromosikan kesehatan jangka panjang.
Menurunkan Kolesterol
Umbi akar yang renyah ini menunjukkan potensi dalam membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, terutama kolesterol jahat (LDL). Efek ini terutama dikaitkan dengan kandungan serat larut yang signifikan di dalamnya. Serat larut bekerja dengan mengikat asam empedu di dalam saluran pencernaan. Asam empedu, yang diproduksi oleh hati dari kolesterol, diperlukan untuk pencernaan lemak. Ketika serat larut mengikat asam empedu, tubuh terpaksa menggunakan lebih banyak kolesterol untuk memproduksi asam empedu baru, sehingga menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Selain itu, serat larut juga dapat menghambat penyerapan kolesterol dari makanan di usus. Proses ini mengurangi jumlah kolesterol yang masuk ke dalam aliran darah. Kandungan inulin, sejenis serat prebiotik, juga berperan dalam menurunkan kolesterol. Inulin dapat meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek (SCFA) oleh bakteri baik di usus. Beberapa SCFA, seperti propionat, dapat menghambat produksi kolesterol di hati.
Meskipun umbi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam menurunkan kolesterol, penting untuk diingat bahwa efeknya akan optimal jika dikombinasikan dengan pola makan sehat secara keseluruhan yang rendah lemak jenuh dan kolesterol, serta gaya hidup aktif. Individu dengan kadar kolesterol tinggi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rencana pengelolaan kolesterol yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Konsumsi umbi ini dapat menjadi bagian dari strategi diet tersebut, namun bukan pengganti pengobatan medis yang diresepkan oleh dokter.
Tips Memaksimalkan Khasiat Umbi Kaya Nutrisi
Untuk mendapatkan hasil optimal dari konsumsi umbi akar yang kaya nutrisi ini, perlu diperhatikan beberapa tips berikut. Penerapan tips ini akan membantu memaksimalkan penyerapan nutrisi dan memberikan dampak positif bagi kesehatan.
Tip 1: Pilih dan Simpan dengan Tepat
Pilihlah umbi yang terasa padat dan berat saat diangkat, dengan kulit yang halus dan tanpa memar. Hindari umbi yang terlihat layu atau memiliki bintik-bintik. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, seperti lemari es, untuk memperpanjang kesegarannya. Umbi yang disimpan dengan benar dapat bertahan hingga beberapa minggu.
Tip 2: Konsumsi dalam Keadaan Segar
Kandungan nutrisi, terutama vitamin C, akan lebih optimal jika dikonsumsi dalam keadaan segar. Hindari mengolahnya dengan cara dipanaskan terlalu lama, karena panas dapat merusak beberapa nutrisi. Jika diolah, pilihlah metode yang minim panas, seperti dikukus sebentar atau ditambahkan ke dalam sup setelah matang.
Tip 3: Kombinasikan dengan Makanan Sehat Lainnya
Padukan konsumsi umbi ini dengan makanan sehat lainnya, seperti buah-buahan, sayuran, dan sumber protein tanpa lemak. Kombinasi ini akan memberikan asupan nutrisi yang lebih lengkap dan seimbang, mendukung kesehatan secara menyeluruh. Misalnya, tambahkan potongan umbi ini ke dalam salad buah atau sayur.
Tip 4: Perhatikan Porsi Konsumsi
Meskipun kaya akan nutrisi, konsumsilah umbi ini dalam jumlah yang wajar. Porsi yang direkomendasikan adalah sekitar 100-200 gram per hari. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan pada beberapa individu, terutama jika tidak terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat.
Dengan mengikuti tips di atas, individu dapat memaksimalkan manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh umbi akar ini. Konsumsi teratur, sebagai bagian dari pola makan seimbang, akan memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus
Penelitian ilmiah mengenai efek konsumsi umbi putih ini terhadap kesehatan terus berkembang. Sejumlah studi pendahuluan menunjukkan potensi positif dalam beberapa area, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar dan metodologi yang lebih ketat untuk mengkonfirmasi temuan ini secara definitif.
Salah satu area penelitian yang menjanjikan adalah dampaknya terhadap kontrol glukosa darah. Beberapa studi kecil menunjukkan bahwa konsumsi umbi ini dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah postprandial (setelah makan) pada individu dengan pradiabetes. Studi-studi ini umumnya melibatkan partisipan yang mengonsumsi umbi ini sebagai bagian dari diet terkontrol selama beberapa minggu. Mekanisme yang diusulkan adalah kandungan seratnya yang tinggi, yang memperlambat penyerapan glukosa di usus. Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil studi ini bervariasi dan memerlukan validasi lebih lanjut dengan studi yang lebih besar dan terkontrol secara acak (randomized controlled trials).
Area lain yang menarik adalah potensi efek antioksidan dari konsumsi umbi ini. Kandungan vitamin C dan senyawa fenolik di dalamnya telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan in vitro (di laboratorium). Namun, masih perlu diteliti apakah efek antioksidan ini dapat diterjemahkan menjadi manfaat kesehatan yang signifikan in vivo (pada manusia). Studi yang lebih lanjut diperlukan untuk mengukur kadar antioksidan dalam darah setelah konsumsi umbi ini dan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap penanda stres oksidatif dan risiko penyakit kronis.
Perlu ditekankan bahwa sebagian besar penelitian yang ada saat ini bersifat observasional atau studi intervensi skala kecil. Hal ini membatasi kemampuan untuk menarik kesimpulan kausal yang kuat. Diperlukan studi yang lebih besar, terkontrol secara acak, dan jangka panjang untuk mengkonfirmasi temuan awal dan untuk menentukan dosis optimal serta efek jangka panjang dari konsumsi umbi ini terhadap berbagai aspek kesehatan. Masyarakat diimbau untuk menafsirkan hasil penelitian yang ada dengan hati-hati dan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan saran yang tepat mengenai diet dan kesehatan.