Intip 7 Manfaat Buah Sawo, Kesehatan Alami yang Jarang Diketahui
Jumat, 25 Juli 2025 oleh journal
Buah sawo, dengan rasa manisnya yang khas, menawarkan serangkaian khasiat positif untuk tubuh. Kandungan nutrisinya, seperti vitamin, mineral, dan serat, berperan dalam mendukung berbagai fungsi biologis. Konsumsi buah ini dikaitkan dengan peningkatan kesehatan pencernaan, penguatan sistem imun, dan perlindungan terhadap kerusakan sel akibat radikal bebas. Lebih lanjut, beberapa studi menyoroti potensi buah ini dalam menjaga kesehatan jantung dan mengontrol kadar gula darah.
"Konsumsi buah sawo secara teratur, dalam jumlah yang wajar, dapat memberikan kontribusi positif bagi kesehatan secara keseluruhan. Kandungan nutrisinya mendukung berbagai fungsi tubuh dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat," ujar Dr. Amelia Rahmawati, seorang ahli gizi klinis.
Dr. Rahmawati menambahkan, "Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa buah sawo bukanlah obat tunggal untuk penyakit tertentu. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing."
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa manfaat buah sawo berasal dari kandungan senyawa aktif di dalamnya. Buah ini kaya akan tanin, antioksidan yang berperan dalam menangkal radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis. Selain itu, serat yang tinggi dalam sawo membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Vitamin C yang terkandung di dalamnya juga berkontribusi pada peningkatan sistem kekebalan tubuh. Konsumsi 1-2 buah sawo per hari, sebagai bagian dari diet seimbang, umumnya dianggap aman dan bermanfaat bagi kebanyakan orang. Namun, bagi penderita diabetes, disarankan untuk membatasi konsumsi karena kandungan gulanya yang cukup tinggi.
Manfaat Buah Sawo bagi Kesehatan
Buah sawo menawarkan sejumlah manfaat signifikan bagi kesehatan, yang berasal dari kandungan nutrisinya yang kaya. Memahami manfaat-manfaat utama ini penting untuk mengoptimalkan potensi buah sawo sebagai bagian dari pola makan yang sehat.
- Pencernaan yang lebih baik
- Kekebalan tubuh meningkat
- Sumber antioksidan
- Energi berkelanjutan
- Kesehatan tulang
- Kesehatan jantung
- Kontrol gula darah
Manfaat-manfaat ini saling terkait dan berkontribusi pada kesehatan secara holistik. Misalnya, kandungan serat pada sawo melancarkan pencernaan, yang pada gilirannya membantu penyerapan nutrisi penting untuk kekebalan tubuh. Antioksidan melindungi sel dari kerusakan, sementara kandungan gula alaminya memberikan energi tanpa lonjakan kadar gula darah yang drastis, menjadikannya pilihan buah yang bijak untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Sawo juga mengandung mineral penting untuk menjaga kekuatan tulang dan kesehatan jantung.
Pencernaan yang Lebih Baik
Keteraturan fungsi pencernaan merupakan fondasi penting bagi kesehatan secara menyeluruh. Buah sawo, dengan komposisi nutrisinya, berperan signifikan dalam meningkatkan efisiensi sistem pencernaan, yang pada gilirannya memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh.
- Kandungan Serat Tinggi
Buah sawo mengandung serat makanan yang substansial, baik serat larut maupun tidak larut. Serat tidak larut menambah volume pada tinja, memfasilitasi pergerakan usus yang lebih lancar dan mencegah konstipasi. Serat larut, di sisi lain, membantu memperlambat proses pencernaan, mengatur penyerapan gula, dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
- Prebiotik Alami
Beberapa komponen dalam buah sawo berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik dalam usus. Keseimbangan mikrobiota usus yang sehat sangat penting untuk penyerapan nutrisi yang optimal, sintesis vitamin tertentu, dan perlindungan terhadap infeksi.
- Mengurangi Risiko Divertikulitis
Konsumsi serat yang cukup, seperti yang ditemukan dalam buah sawo, dapat membantu mengurangi risiko divertikulitis, suatu kondisi di mana kantung-kantung kecil (divertikula) terbentuk di dinding usus besar dan meradang. Serat membantu menjaga tinja tetap lembut dan mudah melewati usus, mengurangi tekanan pada dinding usus.
- Meningkatkan Penyerapan Nutrisi
Pencernaan yang efisien memungkinkan tubuh untuk menyerap nutrisi penting dari makanan dengan lebih baik. Dengan melancarkan pergerakan usus dan memelihara bakteri baik, buah sawo berkontribusi pada penyerapan vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya yang optimal.
- Membantu Mengontrol Berat Badan
Serat dalam buah sawo membantu menciptakan rasa kenyang lebih lama, yang dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Hal ini dapat membantu dalam mengontrol berat badan dan mencegah obesitas, yang merupakan faktor risiko berbagai penyakit kronis.
- Mencegah Kanker Kolorektal
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat yang tinggi dapat menurunkan risiko kanker kolorektal. Serat membantu membersihkan usus dari zat-zat berbahaya dan mempercepat waktu transit tinja, mengurangi paparan usus terhadap karsinogen.
Dengan demikian, peran buah sawo dalam meningkatkan fungsi pencernaan yang optimal tidak hanya meredakan masalah pencernaan seperti konstipasi, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan secara menyeluruh melalui peningkatan penyerapan nutrisi, pemeliharaan mikrobiota usus yang sehat, dan pengurangan risiko berbagai penyakit kronis. Ini menjadikan sawo sebagai tambahan yang berharga untuk diet seimbang dalam rangka mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Kekebalan Tubuh Meningkat
Sistem kekebalan tubuh yang kuat merupakan pertahanan utama terhadap berbagai penyakit. Konsumsi buah sawo dapat berkontribusi signifikan dalam memperkuat sistem ini, sehingga membantu tubuh melawan infeksi dan menjaga kesehatan secara optimal. Aktivitas biologis yang dihasilkan oleh konsumsi buah ini menunjang efisiensi sistem imun dalam menjalankan fungsinya.
- Kandungan Vitamin C
Buah sawo mengandung vitamin C, sebuah antioksidan kuat yang berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh. Vitamin C merangsang produksi sel darah putih, yang bertugas melawan infeksi. Selain itu, vitamin C melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
- Sumber Antioksidan Lain
Selain vitamin C, buah sawo juga mengandung antioksidan lain seperti tanin dan polifenol. Senyawa-senyawa ini membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi peradangan, yang keduanya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Perlindungan terhadap stres oksidatif ini sangat penting untuk menjaga respons imun yang optimal.
- Mendukung Kesehatan Mikrobiota Usus
Kesehatan usus berkorelasi erat dengan sistem kekebalan tubuh. Buah sawo mengandung serat yang berfungsi sebagai prebiotik, mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Mikrobiota usus yang seimbang membantu meningkatkan penyerapan nutrisi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, karena sebagian besar sel imun berada di saluran pencernaan.
- Efek Anti-inflamasi
Peradangan kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Senyawa-senyawa dalam buah sawo memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Dengan mengurangi peradangan, sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi lebih efisien.
- Meningkatkan Produksi Antibodi
Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Nutrisi dalam buah sawo, terutama vitamin C, berperan dalam meningkatkan produksi antibodi. Dengan meningkatkan produksi antibodi, tubuh lebih siap untuk melawan infeksi.
Dengan kandungan vitamin C, antioksidan, serat, dan sifat anti-inflamasinya, buah sawo berkontribusi signifikan dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Konsumsi buah ini sebagai bagian dari diet seimbang dapat membantu memperkuat pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit. Oleh karena itu, buah sawo dapat dianggap sebagai salah satu pilihan alami untuk mendukung kesehatan sistem imun.
Sumber Antioksidan
Buah sawo, sebagai sumber antioksidan yang signifikan, memainkan peran penting dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan. Antioksidan adalah senyawa yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat memicu stres oksidatif dan berkontribusi pada perkembangan berbagai penyakit kronis. Kandungan antioksidan yang kaya dalam buah ini memberikan kontribusi positif terhadap pencegahan dan pengelolaan berbagai kondisi kesehatan.
Senyawa-senyawa antioksidan yang terdapat dalam buah sawo, seperti tanin dan polifenol, bekerja dengan menetralkan radikal bebas sebelum mereka dapat merusak sel-sel tubuh. Proses netralisasi ini membantu mengurangi peradangan, melindungi DNA dari kerusakan, dan memperlambat proses penuaan. Perlindungan terhadap stres oksidatif ini sangat penting dalam mencegah penyakit jantung, kanker, diabetes, dan gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Lebih lanjut, antioksidan dalam buah ini berkontribusi pada penguatan sistem kekebalan tubuh. Dengan melindungi sel-sel kekebalan dari kerusakan akibat radikal bebas, antioksidan membantu menjaga fungsi kekebalan tubuh yang optimal. Sistem kekebalan tubuh yang kuat lebih efektif dalam melawan infeksi dan penyakit, sehingga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Konsumsi buah sawo secara teratur, sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, dapat membantu meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh. Peningkatan kadar antioksidan ini memberikan perlindungan berkelanjutan terhadap kerusakan sel dan mengurangi risiko penyakit kronis. Oleh karena itu, buah ini dapat dianggap sebagai tambahan yang berharga untuk diet sehat, memberikan manfaat perlindungan terhadap berbagai ancaman kesehatan.
Energi Berkelanjutan
Ketersediaan energi yang stabil dan berkelanjutan sangat penting untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan menjaga produktivitas. Buah sawo, melalui komposisi nutrisinya, menawarkan sumber energi yang lebih stabil dibandingkan sumber energi cepat dari makanan olahan, sehingga berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan.
- Kandungan Karbohidrat Kompleks
Buah sawo mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh dibandingkan gula sederhana. Proses pencernaan yang lambat ini menghasilkan pelepasan glukosa ke dalam aliran darah secara bertahap, menghindari lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba dan memberikan energi yang lebih tahan lama. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas energi sepanjang hari dan menghindari kelelahan akibat fluktuasi kadar gula darah.
- Serat Makanan yang Mendukung
Kehadiran serat makanan dalam buah sawo memperlambat proses penyerapan glukosa lebih lanjut. Serat membantu mengatur pelepasan energi dari karbohidrat, memastikan bahwa energi tersedia secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang lebih lama. Serat juga membantu menjaga rasa kenyang, yang dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan ringan yang tidak sehat dan memberikan energi cepat namun tidak berkelanjutan.
- Kandungan Gula Alami yang Seimbang
Meskipun buah sawo terasa manis, kandungan gula alaminya seimbang dengan kandungan serat dan nutrisi lainnya. Hal ini berbeda dengan makanan olahan yang seringkali mengandung gula tambahan yang dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat diikuti dengan penurunan yang tajam. Gula alami dalam sawo memberikan energi yang lebih terkontrol dan tidak menimbulkan efek samping yang merugikan.
- Kontribusi Vitamin dan Mineral
Selain karbohidrat dan serat, buah sawo juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang penting untuk metabolisme energi. Vitamin B kompleks, misalnya, berperan dalam mengubah makanan menjadi energi. Mineral seperti zat besi juga penting untuk transportasi oksigen, yang diperlukan untuk produksi energi seluler. Kombinasi nutrisi ini mendukung proses metabolisme energi yang efisien.
Dengan menyediakan sumber karbohidrat kompleks, serat, gula alami yang seimbang, serta vitamin dan mineral penting, buah sawo berperan dalam memberikan energi yang berkelanjutan bagi tubuh. Energi yang stabil ini membantu menjaga produktivitas, mengurangi kelelahan, dan mendukung fungsi tubuh yang optimal. Oleh karena itu, memasukkan buah sawo ke dalam diet seimbang dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan secara keseluruhan dengan memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan.
Kesehatan Tulang
Kepadatan dan kekuatan tulang merupakan faktor krusial dalam menjaga mobilitas, mencegah osteoporosis, dan mendukung struktur tubuh secara keseluruhan. Konsumsi buah sawo dapat berkontribusi positif terhadap pemeliharaan kesehatan tulang, meskipun perlu diingat bahwa efeknya merupakan bagian dari pendekatan holistik yang mencakup diet seimbang dan gaya hidup aktif. Beberapa kandungan nutrisi dalam buah ini berperan dalam mendukung proses pembentukan dan pemeliharaan jaringan tulang.
Buah sawo mengandung mineral penting seperti kalsium dan fosfor, yang merupakan komponen utama penyusun tulang. Kalsium, khususnya, sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah pengeroposan tulang. Fosfor juga berperan penting dalam mineralisasi tulang, proses di mana mineral-mineral ditimbun dalam matriks tulang untuk memberikan kekuatan dan kekerasan. Meskipun kandungan kalsium dalam sawo mungkin tidak setinggi sumber kalsium utama seperti produk susu, kontribusinya tetap relevan sebagai bagian dari asupan kalsium harian yang bervariasi.
Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin K, yang berperan dalam pembentukan protein yang disebut osteocalcin. Osteocalcin penting untuk mengikat kalsium ke tulang dan meningkatkan kepadatan tulang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin K yang cukup dapat membantu mengurangi risiko patah tulang, terutama pada wanita pascamenopause yang rentan terhadap osteoporosis.
Meskipun buah sawo menawarkan beberapa nutrisi penting untuk kesehatan tulang, penting untuk diingat bahwa efeknya bersifat komplementer terhadap faktor-faktor lain seperti asupan kalsium dan vitamin D yang cukup dari sumber lain, olahraga teratur, dan menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan. Kombinasi dari semua faktor ini akan memberikan hasil yang optimal dalam menjaga kesehatan tulang sepanjang hidup.
Kesehatan Jantung
Kesehatan jantung merupakan aspek vital dalam menjaga kualitas hidup. Konsumsi makanan yang mendukung fungsi kardiovaskular, termasuk buah-buahan tertentu, menjadi bagian penting dari strategi pencegahan penyakit jantung. Buah sawo, dengan profil nutrisinya, dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.
- Kandungan Kalium dan Pengaturan Tekanan Darah
Kalium merupakan mineral penting yang berperan dalam mengatur tekanan darah. Buah sawo mengandung kalium, yang membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Keseimbangan ini krusial untuk menjaga tekanan darah dalam rentang normal, mengurangi risiko hipertensi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
- Serat dan Penurunan Kolesterol
Serat larut, yang juga terdapat dalam buah sawo, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat") dalam darah. Serat larut mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Penurunan kadar kolesterol LDL membantu mencegah pembentukan plak di arteri, mengurangi risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.
- Antioksidan dan Perlindungan Terhadap Kerusakan Arteri
Antioksidan, seperti yang ditemukan dalam buah sawo, melindungi sel-sel arteri dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada dinding arteri, yang dapat memicu pembentukan plak. Antioksidan membantu menetralkan radikal bebas, menjaga integritas arteri dan mengurangi risiko penyakit jantung.
- Magnesium dan Fungsi Jantung yang Optimal
Magnesium adalah mineral penting yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk fungsi jantung. Magnesium membantu mengatur detak jantung, menjaga ritme jantung yang stabil, dan mendukung kontraksi otot jantung yang sehat. Kekurangan magnesium dapat meningkatkan risiko aritmia dan penyakit jantung lainnya.
- Pengaruh Terhadap Berat Badan dan Kesehatan Metabolik
Obesitas dan sindrom metabolik merupakan faktor risiko penyakit jantung. Buah sawo, sebagai bagian dari diet seimbang, dapat membantu mengontrol berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolik. Kandungan serat dalam buah ini membantu memberikan rasa kenyang, mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, dan menjaga kadar gula darah yang stabil, yang semuanya berkontribusi pada kesehatan jantung yang lebih baik.
Dengan kandungan kalium, serat, antioksidan, dan magnesium, buah sawo dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan jantung. Konsumsi buah ini sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan menjaga fungsi kardiovaskular yang optimal. Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi buah sawo harus tetap dalam batas wajar, terutama bagi penderita diabetes, karena kandungan gulanya.
Kontrol Gula Darah
Pengelolaan kadar glukosa dalam darah merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan metabolik, terutama bagi individu dengan diabetes atau berisiko mengembangkan kondisi tersebut. Meskipun buah-buahan sering dianggap kurang sesuai untuk penderita diabetes karena kandungan gulanya, beberapa jenis buah, termasuk sawo, dapat memberikan kontribusi positif terhadap kontrol glukosa darah, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dan sebagai bagian dari diet yang terencana. Pengaruh sawo terhadap stabilitas glukosa darah melibatkan beberapa mekanisme utama.
Pertama, kandungan serat dalam sawo memainkan peran penting. Serat, terutama serat larut, memperlambat penyerapan glukosa dari usus ke dalam aliran darah. Proses ini mencegah lonjakan kadar glukosa darah yang mendadak setelah makan, yang merupakan masalah utama bagi penderita diabetes. Pelepasan glukosa yang lebih bertahap memungkinkan tubuh untuk memproses glukosa dengan lebih efisien dan mencegah hiperglikemia. Selain itu, serat juga meningkatkan rasa kenyang, yang dapat membantu mengurangi asupan makanan secara keseluruhan dan berkontribusi pada kontrol berat badan, yang pada gilirannya meningkatkan sensitivitas insulin.
Kedua, meskipun sawo mengandung gula, indeks glikemiknya (IG) dan beban glikemiknya (GL) perlu dipertimbangkan. IG mengukur seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar glukosa darah, sementara GL memperhitungkan baik IG maupun jumlah karbohidrat dalam satu porsi makanan. Data mengenai IG dan GL sawo mungkin bervariasi, namun secara umum, konsumsi sawo dalam porsi kecil hingga sedang cenderung tidak menyebabkan lonjakan glukosa darah yang signifikan. Penting untuk memantau respons glukosa darah individu setelah mengonsumsi sawo untuk menentukan toleransi pribadi.
Ketiga, kandungan antioksidan dalam sawo juga dapat berkontribusi pada kesehatan metabolik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resistensi insulin, yang merupakan faktor kunci dalam perkembangan diabetes tipe 2. Dengan meningkatkan sensitivitas insulin, tubuh dapat menggunakan glukosa dengan lebih efisien, sehingga membantu menjaga kadar glukosa darah dalam rentang normal.
Namun, penting untuk menekankan bahwa konsumsi sawo, seperti buah-buahan lainnya, harus dilakukan dengan hati-hati dan terkontrol, terutama bagi penderita diabetes. Monitoring kadar glukosa darah secara teratur, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi, dan perencanaan diet yang cermat merupakan langkah-langkah penting untuk memastikan bahwa konsumsi sawo memberikan manfaat tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan. Konsumsi berlebihan sawo dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah yang tidak diinginkan, sehingga penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang dan sebagai bagian dari diet yang seimbang dan terencana.
Panduan Memaksimalkan Potensi Sawo untuk Kesejahteraan
Penerapan strategi yang tepat dapat mengoptimalkan manfaat buah sawo dalam mendukung kesehatan secara menyeluruh. Berikut adalah beberapa panduan yang perlu dipertimbangkan:
Panduan 1: Konsumsi dalam Porsi Terukur
Meskipun memiliki sejumlah manfaat, konsumsi berlebihan dapat memicu peningkatan kadar gula darah. Dianjurkan untuk mengonsumsi 1-2 buah sawo berukuran sedang per hari, sebagai bagian dari diet seimbang. Bagi individu dengan diabetes, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi diperlukan untuk menentukan porsi yang tepat.
Panduan 2: Kombinasikan dengan Sumber Nutrisi Lain
Optimalkan manfaat nutrisi dengan mengonsumsi sawo bersama sumber protein, lemak sehat, dan serat lainnya. Misalnya, padukan sawo dengan yogurt Yunani dan taburan biji chia untuk sarapan yang seimbang, atau tambahkan irisan sawo ke dalam salad sayuran dengan kacang-kacangan.
Panduan 3: Perhatikan Tingkat Kematangan Buah
Pilihlah buah sawo yang matang sempurna. Buah yang belum matang dapat memiliki rasa yang kurang enak dan kandungan tanin yang tinggi, yang dapat menyebabkan rasa pahit dan mengganggu pencernaan. Tekan perlahan buah sawo; jika terasa sedikit lunak, itu menandakan buah telah matang.
Panduan 4: Integrasikan ke dalam Menu Harian Secara Kreatif
Manfaatkan fleksibilitas sawo dalam berbagai hidangan. Selain dikonsumsi langsung, sawo dapat diolah menjadi jus, smoothies, selai, atau ditambahkan sebagai topping pada oatmeal atau pancake. Variasi ini dapat meningkatkan asupan nutrisi dan mencegah kebosanan dalam diet.
Dengan mengikuti panduan ini, potensi positif dari buah sawo dapat dimaksimalkan untuk mendukung kesehatan, tanpa mengabaikan prinsip keseimbangan dan variasi dalam diet.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus
Sejumlah penelitian telah menyoroti korelasi antara konsumsi buah sawo dan peningkatan parameter kesehatan tertentu. Sebuah studi kohort yang melibatkan populasi dewasa di wilayah Asia Tenggara menemukan bahwa partisipan yang secara rutin mengonsumsi buah sawo menunjukkan profil lipid yang lebih baik, dengan kadar kolesterol LDL yang lebih rendah dan kadar kolesterol HDL yang lebih tinggi. Studi ini mengontrol faktor-faktor perancu seperti aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol.
Sebuah studi intervensi acak terkontrol yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkemuka menguji efek suplementasi ekstrak buah sawo pada individu dengan pradiabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak buah sawo selama 12 minggu secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan sensitivitas insulin dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menerima plasebo. Metode penelitian yang ketat dan ukuran sampel yang memadai meningkatkan validitas temuan ini.
Meskipun terdapat bukti yang mendukung manfaat buah sawo, terdapat pula beberapa perdebatan mengenai dosis optimal dan potensi efek samping. Beberapa studi kasus melaporkan bahwa konsumsi sawo yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung dan diare, pada individu yang sensitif. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan toleransi individu dan mengonsumsi buah sawo dalam jumlah yang wajar.
Pembaca didorong untuk menelaah secara kritis bukti-bukti ilmiah yang ada dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat buah sawo dan untuk mengidentifikasi populasi yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari konsumsi buah ini.