Intip 7 Manfaat Kulit Buah Pir, Khasiat Tersembunyi yang Wajib Kamu Intip

Senin, 21 Juli 2025 oleh journal

Intip 7 Manfaat Kulit Buah Pir, Khasiat Tersembunyi yang Wajib Kamu Intip

Bagian terluar dari buah pir, yang seringkali diabaikan, ternyata menyimpan potensi kebaikan bagi kesehatan. Kandungan nutrisi pada lapisan pelindung ini, seperti serat, antioksidan, dan vitamin, dapat memberikan kontribusi positif terhadap tubuh. Senyawa-senyawa tersebut diyakini berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan, melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas, serta mendukung fungsi kekebalan tubuh.

"Kulit buah pir seringkali terbuang percuma, padahal menyimpan potensi kesehatan yang signifikan. Pemanfaatannya secara bijak dapat memberikan dampak positif bagi tubuh," ujar Dr. Amelia Rahmawati, seorang ahli gizi klinis.

- Dr. Amelia Rahmawati, Ahli Gizi Klinis

Pendapat ini didukung oleh berbagai penelitian yang menyoroti kandungan nutrisi pada lapisan terluar buah pir. Mari kita telaah lebih dalam mengenai manfaat kesehatan yang mungkin diperoleh.

Lapisan pelindung buah ini kaya akan serat, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dengan mencegah sembelit dan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Selain itu, kulit buah pir mengandung antioksidan seperti flavonoid dan asam klorogenat. Senyawa-senyawa ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat memicu berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Vitamin C yang terkandung di dalamnya juga berkontribusi pada peningkatan sistem kekebalan tubuh. Untuk mendapatkan manfaat optimal, buah pir sebaiknya dikonsumsi secara utuh, termasuk kulitnya, setelah dicuci bersih. Namun, perlu diperhatikan potensi adanya residu pestisida, sehingga memilih buah pir organik atau mencuci buah secara menyeluruh sangat dianjurkan. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa manfaat ini akan lebih terasa jika diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif secara keseluruhan.

Manfaat Kulit Buah Pir

Kulit buah pir, seringkali diabaikan, menyimpan sejumlah potensi kesehatan yang signifikan. Pemanfaatannya dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang perlu dipertimbangkan:

  • Meningkatkan kesehatan pencernaan
  • Sumber antioksidan alami
  • Menjaga kesehatan jantung
  • Mengontrol kadar gula darah
  • Mendukung sistem kekebalan
  • Menurunkan risiko kanker
  • Meningkatkan asupan serat

Manfaat-manfaat tersebut berasal dari kandungan nutrisi yang kaya dalam kulit buah pir, termasuk serat yang membantu melancarkan pencernaan dan antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan. Sebagai contoh, kandungan serat membantu memperlambat penyerapan gula darah, sehingga menjaga kadar gula darah tetap stabil. Pemanfaatan kulit buah pir sebagai bagian dari diet seimbang dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan secara keseluruhan, terutama dalam pencegahan penyakit kronis.

Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Lapisan terluar buah pir berperan penting dalam mendukung sistem pencernaan yang sehat. Hal ini terutama disebabkan oleh kandungan serat yang signifikan di dalamnya. Serat makanan, yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik yang hidup di usus. Bakteri-bakteri ini memainkan peran krusial dalam memecah makanan, menghasilkan vitamin, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Konsumsi serat yang cukup membantu mencegah sembelit dengan meningkatkan volume tinja dan memperlancar pergerakan usus. Selain itu, serat membantu mengatur penyerapan gula dalam darah, sehingga mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan. Dengan demikian, mengonsumsi buah pir secara utuh, termasuk lapisan luarnya, dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan mikroflora usus dan fungsi pencernaan secara keseluruhan.

Sumber antioksidan alami

Bagian terluar buah pir menyimpan kekayaan senyawa antioksidan, menjadikannya kontributor penting bagi perlindungan seluler. Kehadiran antioksidan dalam lapisan pelindung ini menawarkan potensi manfaat kesehatan yang signifikan.

  • Flavonoid: Pelindung Sel Utama

    Flavonoid, sebagai salah satu jenis antioksidan dominan, berperan dalam menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Radikal bebas terbentuk akibat proses metabolisme normal dan paparan lingkungan seperti polusi dan radiasi. Flavonoid membantu mencegah kerusakan oksidatif, yang terkait dengan berbagai penyakit kronis.

  • Asam Klorogenat: Agen Anti-inflamasi

    Asam klorogenat, antioksidan lain yang ditemukan dalam kulit buah pir, memiliki sifat anti-inflamasi. Peradangan kronis merupakan faktor pemicu berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan diabetes. Asam klorogenat membantu mengurangi peradangan dan melindungi tubuh dari kerusakan lebih lanjut.

  • Vitamin C: Peningkatan Kekebalan Tubuh

    Vitamin C, selain dikenal sebagai peningkat kekebalan tubuh, juga berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin ini membantu melindungi sel-sel kekebalan tubuh dari kerusakan oksidatif, sehingga meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.

  • Quercetin: Potensi Anti-Kanker

    Quercetin, flavonoid yang terkandung dalam kulit buah pir, telah menunjukkan potensi dalam penelitian sebagai agen anti-kanker. Quercetin dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan mencegah penyebarannya ke bagian tubuh lain.

  • Potensi Sinergi Antioksidan

    Keberadaan berbagai jenis antioksidan dalam kulit buah pir menunjukkan potensi efek sinergis. Kombinasi antioksidan ini dapat memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap kerusakan oksidatif dibandingkan jika hanya mengonsumsi satu jenis antioksidan saja.

Keberadaan berbagai senyawa antioksidan ini menjadikan bagian luar buah pir sebagai sumber daya yang berharga untuk mendukung kesehatan. Konsumsi buah pir secara utuh, termasuk kulitnya, memungkinkan tubuh untuk memanfaatkan potensi perlindungan seluler yang ditawarkan oleh antioksidan-antioksidan tersebut. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa manfaat ini optimal jika diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif secara keseluruhan.

Menjaga kesehatan jantung

Bagian terluar buah pir berkontribusi dalam memelihara kesehatan jantung melalui beberapa mekanisme penting. Kandungan serat larut, seperti pektin, bekerja menurunkan kadar kolesterol LDL ("jahat") dalam darah. Serat ini mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah, sehingga membantu mengurangi risiko penumpukan plak di arteri. Selain itu, keberadaan kalium dalam lapisan pelindung buah ini membantu mengatur tekanan darah. Kalium berperan menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, sehingga membantu menjaga tekanan darah dalam rentang normal. Antioksidan, seperti flavonoid dan asam klorogenat, juga berperan penting dalam melindungi jantung. Senyawa-senyawa ini mencegah oksidasi kolesterol LDL, yang merupakan langkah awal dalam pembentukan plak arteri. Dengan demikian, konsumsi buah pir secara utuh, termasuk kulitnya, dapat menjadi bagian dari strategi diet untuk menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kolesterol, mengontrol tekanan darah, dan melindungi arteri dari kerusakan oksidatif.

Mengontrol kadar gula darah

Pengendalian kadar gula darah merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan metabolik, dan lapisan terluar buah pir memiliki peran signifikan dalam proses ini. Kandungan nutrisi dalam bagian buah ini berkontribusi pada stabilisasi glukosa darah, yang penting bagi individu dengan risiko diabetes atau mereka yang berupaya menjaga kadar gula darah yang sehat.

  • Serat Larut: Perlambatan Penyerapan Glukosa

    Serat larut, seperti pektin yang terdapat dalam lapisan terluar buah pir, memperlambat laju penyerapan glukosa dari makanan ke dalam aliran darah. Proses ini membantu mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan, yang sangat penting bagi penderita diabetes atau mereka yang rentan terhadap resistensi insulin.

  • Indeks Glikemik Rendah: Dampak Minimal pada Gula Darah

    Buah pir, secara umum, memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah. Hal ini berarti konsumsi buah pir, termasuk lapisan luarnya, tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang signifikan dibandingkan dengan makanan dengan IG tinggi. Pilihan makanan dengan IG rendah membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

  • Polifenol: Peningkatan Sensitivitas Insulin

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa polifenol, antioksidan yang terdapat dalam lapisan terluar buah pir, dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin adalah hormon yang membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah. Peningkatan sensitivitas insulin memudahkan sel-sel untuk menggunakan glukosa, sehingga membantu menurunkan kadar gula darah.

  • Pengaruh pada Mikrobiota Usus: Regulasi Gula Darah Tidak Langsung

    Serat dalam lapisan terluar buah pir juga dapat memengaruhi komposisi mikrobiota usus. Bakteri baik dalam usus memfermentasi serat, menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA) yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengatur kadar gula darah secara tidak langsung.

  • Kombinasi Nutrisi: Efek Sinergis

    Kombinasi serat, polifenol, dan nutrisi lain dalam lapisan terluar buah pir bekerja secara sinergis untuk mengontrol kadar gula darah. Efek gabungan dari nutrisi-nutrisi ini memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan jika dikonsumsi secara terpisah.

Dengan demikian, konsumsi buah pir secara utuh, termasuk lapisan luarnya, dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengelola kadar gula darah sebagai bagian dari pola makan sehat. Efek perlambatan penyerapan glukosa, indeks glikemik rendah, peningkatan sensitivitas insulin, dan pengaruh positif pada mikrobiota usus menjadikan bagian buah ini sebagai kontributor berharga bagi kesehatan metabolik.

Mendukung sistem kekebalan

Lapisan pelindung buah pir memiliki peran penting dalam mendukung fungsi optimal sistem kekebalan tubuh. Kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya berkontribusi pada mekanisme pertahanan alami tubuh terhadap infeksi dan penyakit.

  • Vitamin C: Stimulasi Produksi Sel Imun

    Vitamin C, antioksidan utama yang terdapat dalam lapisan terluar buah pir, berperan penting dalam menstimulasi produksi dan fungsi sel-sel imun, seperti sel darah putih (leukosit). Leukosit adalah garda terdepan dalam melawan infeksi bakteri dan virus. Konsumsi vitamin C yang cukup membantu meningkatkan kemampuan tubuh dalam merespons dan mengatasi infeksi.

  • Antioksidan: Perlindungan Sel Imun dari Kerusakan

    Antioksidan, seperti flavonoid dan asam klorogenat, melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak sel-sel imun dan menghambat fungsinya. Dengan melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif, antioksidan membantu menjaga efektivitas sistem kekebalan tubuh.

  • Serat: Modulasi Mikrobiota Usus dan Respons Imun

    Serat yang terkandung dalam lapisan terluar buah pir berperan dalam memodulasi komposisi mikrobiota usus. Mikrobiota usus yang sehat memiliki peran penting dalam mengatur respons imun tubuh. Serat membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam usus, yang kemudian menghasilkan senyawa yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

  • Nutrisi Esensial: Dukungan Fungsi Kekebalan Secara Keseluruhan

    Selain vitamin C, antioksidan, dan serat, lapisan pelindung buah pir juga mengandung nutrisi esensial lainnya, seperti vitamin dan mineral, yang mendukung fungsi kekebalan tubuh secara keseluruhan. Nutrisi-nutrisi ini berperan dalam berbagai proses penting dalam sistem kekebalan tubuh, termasuk produksi antibodi dan regulasi peradangan.

Kombinasi vitamin C, antioksidan, serat, dan nutrisi esensial dalam lapisan pelindung buah pir bekerja secara sinergis untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Konsumsi buah pir secara utuh, termasuk lapisan luarnya, dapat menjadi bagian dari strategi diet untuk memperkuat pertahanan tubuh terhadap infeksi dan penyakit. Manfaat ini menjadi bagian integral dari potensi kebaikan yang ditawarkan oleh buah ini.

Menurunkan Risiko Kanker

Lapisan terluar buah pir memiliki potensi dalam menurunkan risiko kanker, sebuah aspek penting mengingat prevalensi penyakit ini. Kandungan senyawa bioaktif di dalamnya diyakini berkontribusi pada mekanisme perlindungan seluler yang dapat menghambat perkembangan sel kanker.

  • Antioksidan: Melawan Radikal Bebas Pemicu Kanker

    Antioksidan, seperti flavonoid dan asam klorogenat, memainkan peran krusial dalam menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak DNA sel dan memicu pertumbuhan sel kanker. Dengan menetralisir radikal bebas, antioksidan membantu mencegah kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan mutasi genetik dan perkembangan tumor.

  • Serat: Mendukung Kesehatan Usus dan Mengurangi Paparan Karsinogen

    Kandungan serat yang tinggi dalam kulit buah pir mendukung kesehatan usus dengan meningkatkan pergerakan usus dan mengurangi waktu transit tinja. Hal ini membantu mengurangi paparan usus terhadap karsinogen, zat yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, serat dapat memodulasi mikrobiota usus, yang juga dapat memengaruhi risiko kanker.

  • Quercetin: Potensi Inhibisi Pertumbuhan Sel Kanker

    Quercetin, flavonoid yang ditemukan dalam lapisan terluar buah pir, telah menunjukkan potensi dalam penelitian laboratorium untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dan mencegah penyebarannya (metastasis). Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efek ini pada manusia, temuan awal menunjukkan potensi quercetin sebagai agen anti-kanker.

  • Asam Klorogenat: Sifat Anti-Inflamasi dan Perlindungan DNA

    Asam klorogenat, antioksidan lain yang terdapat dalam kulit buah pir, memiliki sifat anti-inflamasi. Peradangan kronis merupakan faktor pemicu berbagai jenis kanker. Selain itu, asam klorogenat dapat membantu melindungi DNA sel dari kerusakan akibat senyawa karsinogen.

  • Vitamin C: Peningkatan Sistem Kekebalan dan Perlindungan Seluler

    Vitamin C, yang juga hadir dalam lapisan pelindung buah pir, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif. Sistem kekebalan yang kuat dapat membantu mengidentifikasi dan menghancurkan sel-sel kanker sebelum mereka berkembang menjadi tumor.

  • Potensi Sinergis: Kombinasi Senyawa Bioaktif untuk Efek Optimal

    Kombinasi berbagai senyawa bioaktif dalam lapisan terluar buah pir, termasuk antioksidan, serat, dan vitamin, bekerja secara sinergis untuk memberikan efek perlindungan terhadap kanker yang lebih kuat. Efek gabungan dari senyawa-senyawa ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan jika dikonsumsi secara terpisah.

Meskipun lapisan terluar buah pir menawarkan potensi perlindungan terhadap kanker, penting untuk diingat bahwa konsumsi buah ini harus menjadi bagian dari pola makan sehat dan gaya hidup aktif secara keseluruhan. Tidak ada satu makanan pun yang dapat mencegah kanker sepenuhnya, namun diet yang kaya akan buah-buahan dan sayuran, termasuk buah pir dengan lapisan luarnya, dapat berkontribusi pada penurunan risiko penyakit ini.

Meningkatkan asupan serat

Peningkatan konsumsi serat merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh, dan lapisan pelindung buah pir berperan signifikan dalam mendukung pencapaian target asupan serat harian. Bagian buah ini, yang seringkali diabaikan, menyimpan kandungan serat yang substansial, menawarkan kontribusi yang mudah dan efektif untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan metabolik.

  • Serat sebagai Prebiotik: Mendukung Mikrobiota Usus yang Sehat

    Serat yang terkandung dalam lapisan terluar buah pir berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik yang hidup di usus. Mikrobiota usus yang sehat berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk pencernaan, penyerapan nutrisi, dan modulasi sistem kekebalan tubuh. Konsumsi serat yang cukup membantu memelihara keseimbangan mikrobiota usus, yang berdampak positif pada kesehatan secara keseluruhan.

  • Pengaturan Kadar Gula Darah: Peran Serat dalam Memperlambat Penyerapan Glukosa

    Serat, khususnya serat larut seperti pektin yang ditemukan dalam lapisan pelindung buah pir, memperlambat laju penyerapan glukosa dari makanan ke dalam aliran darah. Proses ini membantu mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan, yang sangat penting bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko mengembangkan penyakit ini. Dengan demikian, konsumsi lapisan terluar buah pir berkontribusi pada pengendalian kadar gula darah yang stabil.

  • Pencegahan Sembelit: Serat Meningkatkan Volume Tinja dan Memperlancar Pergerakan Usus

    Serat membantu mencegah sembelit dengan meningkatkan volume tinja dan memperlancar pergerakan usus. Konsumsi serat yang cukup memastikan bahwa tinja memiliki konsistensi yang tepat dan mudah dikeluarkan dari tubuh. Hal ini mencegah penumpukan tinja di usus, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah kesehatan lainnya.

  • Penurunan Kadar Kolesterol: Serat Mengikat Kolesterol di Saluran Pencernaan

    Serat larut mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Proses ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ("jahat") dalam darah, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Dengan mengonsumsi lapisan pelindung buah pir, individu dapat berkontribusi pada penurunan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.

  • Rasa Kenyang Lebih Lama: Serat Memperlambat Pengosongan Lambung

    Serat memperlambat pengosongan lambung, yang membantu individu merasa kenyang lebih lama setelah makan. Hal ini dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan mendukung upaya penurunan berat badan atau pemeliharaan berat badan yang sehat. Konsumsi buah pir secara utuh, termasuk lapisan luarnya, dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengendalikan nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang.

Dengan demikian, peningkatan asupan serat melalui konsumsi lapisan pelindung buah pir memberikan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari peningkatan kesehatan pencernaan dan pengaturan kadar gula darah hingga penurunan risiko penyakit jantung dan dukungan terhadap berat badan yang sehat. Integrasi buah pir secara utuh ke dalam pola makan sehari-hari merupakan cara yang mudah dan efektif untuk memanfaatkan potensi kesehatan yang ditawarkan oleh kandungan seratnya.

Tips Pemanfaatan Optimal

Bagian terluar buah pir seringkali terabaikan, padahal menyimpan potensi nutrisi yang signifikan. Berikut adalah beberapa panduan untuk memaksimalkan manfaatnya bagi kesehatan:

Tip 1: Pilih Buah dengan Kualitas Terbaik
Prioritaskan buah pir organik untuk meminimalkan paparan pestisida. Jika organik tidak tersedia, cuci buah secara menyeluruh dengan air mengalir dan sikat lembut untuk menghilangkan residu yang mungkin ada.

Tip 2: Konsumsi Bersama dengan Daging Buah
Kombinasikan konsumsi lapisan pelindung dengan daging buahnya. Nutrisi dalam kedua bagian buah bekerja secara sinergis untuk memberikan manfaat kesehatan yang lebih komprehensif.

Tip 3: Variasikan Cara Konsumsi
Selain dikonsumsi langsung, pertimbangkan untuk menambahkan potongan buah pir beserta lapisan luarnya ke dalam salad, smoothie, atau oatmeal. Hal ini dapat meningkatkan asupan serat dan nutrisi secara keseluruhan.

Tip 4: Perhatikan Kondisi Kesehatan Individu
Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti alergi atau masalah pencernaan, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi buah pir dengan lapisan luarnya secara rutin. Hal ini untuk memastikan tidak ada efek samping yang merugikan.

Dengan mengikuti panduan ini, individu dapat memaksimalkan potensi kesehatan yang terkandung dalam lapisan pelindung buah pir, menjadikannya bagian integral dari pola makan yang seimbang dan mendukung gaya hidup sehat.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Sejumlah penelitian ilmiah telah menelaah komposisi nutrisi lapisan terluar buah pir dan potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia. Studi-studi ini umumnya berfokus pada identifikasi dan kuantifikasi senyawa bioaktif, seperti serat, antioksidan (termasuk flavonoid dan asam klorogenat), serta vitamin. Hasil analisis menunjukkan bahwa bagian buah yang seringkali dibuang ini mengandung konsentrasi nutrisi yang signifikan, bahkan dalam beberapa kasus, lebih tinggi dibandingkan dengan daging buahnya.

Metodologi yang digunakan dalam studi-studi ini bervariasi, mulai dari analisis in vitro (uji laboratorium) untuk menguji aktivitas antioksidan hingga penelitian in vivo (pada hewan coba) untuk mengamati efek konsumsi bagian terluar buah pir terhadap parameter kesehatan tertentu, seperti kadar kolesterol dan gula darah. Beberapa studi epidemiologi juga meneliti korelasi antara konsumsi buah-buahan utuh (termasuk bagian terluarnya) dengan penurunan risiko penyakit kronis, meskipun sulit untuk mengisolasi kontribusi spesifik dari lapisan terluar buah pir dalam penelitian semacam ini.

Meskipun bukti ilmiah yang ada menjanjikan, terdapat pula perdebatan mengenai ketersediaan hayati (bioavailability) nutrisi dalam lapisan terluar buah pir. Ketersediaan hayati merujuk pada sejauh mana nutrisi dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Beberapa senyawa, seperti flavonoid, mungkin memiliki ketersediaan hayati yang terbatas, sehingga dampaknya terhadap kesehatan mungkin tidak sebesar yang diperkirakan berdasarkan kandungan nutrisinya saja. Selain itu, potensi adanya residu pestisida pada bagian terluar buah pir menjadi perhatian yang perlu dipertimbangkan, terutama jika buah tersebut bukan organik.

Oleh karena itu, penting untuk mendekati bukti ilmiah yang ada dengan sikap kritis dan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi validitas dan interpretasi hasil penelitian. Penelitian lebih lanjut, khususnya uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengonfirmasi manfaat kesehatan potensial dari konsumsi lapisan terluar buah pir dan untuk menentukan dosis optimal serta cara konsumsi yang paling efektif.