Temukan 7 Manfaat Buah & Sayur Bagi Anak yang Wajib Diketahui!

Kamis, 24 Juli 2025 oleh journal

Temukan 7 Manfaat Buah & Sayur Bagi Anak yang Wajib Diketahui!

Konsumsi beragam hasil pertanian, khususnya yang berwarna-warni, memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Kandungan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan di dalamnya mendukung fungsi organ tubuh, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, dan membantu proses belajar serta konsentrasi. Asupan nutrisi esensial dari sumber alami ini penting untuk membangun fondasi kesehatan yang kuat sejak usia dini.

"Memastikan anak mendapatkan cukup asupan dari alam, terutama yang berwarna-warni, adalah investasi terbaik untuk kesehatan jangka panjang mereka. Nutrisi yang terkandung di dalamnya adalah kunci untuk tumbuh kembang optimal dan pencegahan penyakit di kemudian hari," ujar Dr. Amelia Sari, seorang dokter anak terkemuka.

- Dr. Amelia Sari, Dokter Anak

Pandangan Dr. Sari sejalan dengan semakin banyaknya bukti ilmiah yang mendukung pentingnya konsumsi pangan nabati bagi kesehatan anak. Kandungan fitokimia dalam berbagai jenis hasil pertanian ini memainkan peran krusial dalam menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Sebagai contoh, beta-karoten dalam wortel dan labu kuning, setelah diubah menjadi vitamin A dalam tubuh, sangat penting untuk penglihatan, pertumbuhan sel, dan sistem imun yang kuat. Vitamin C dalam jeruk dan stroberi bertindak sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, serta membantu penyerapan zat besi. Sementara itu, serat dalam apel dan brokoli membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah konstipasi. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis dengan warna berbeda setiap hari, dengan porsi yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak. Mengolahnya dengan cara dikukus atau direbus lebih dianjurkan untuk mempertahankan kandungan nutrisinya dibandingkan menggoreng.

Manfaat Buah dan Sayur bagi Anak

Asupan buah dan sayur esensial bagi tumbuh kembang anak, memberikan beragam dampak positif yang signifikan. Berikut adalah tujuh manfaat utama:

  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mendukung pertumbuhan optimal
  • Memperbaiki fungsi pencernaan
  • Menjaga kesehatan mata
  • Sumber energi alami
  • Mencegah obesitas
  • Mengoptimalkan fungsi otak

Beragam nutrisi yang terkandung dalam buah dan sayur saling bersinergi untuk mendukung kesehatan anak secara menyeluruh. Misalnya, vitamin C dalam jeruk meningkatkan penyerapan zat besi dari sayuran hijau, yang penting untuk mencegah anemia. Serat dalam buah-buahan membantu menjaga kesehatan saluran cerna, mencegah sembelit yang umum terjadi pada anak-anak. Dengan demikian, konsumsi rutin beragam jenis merupakan investasi penting bagi kesehatan jangka panjang.

Meningkatkan daya tahan tubuh

Asupan nutrisi yang optimal, khususnya yang berasal dari sumber nabati, memegang peranan krusial dalam meningkatkan kemampuan sistem imun untuk melawan infeksi dan penyakit. Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan dalam produk hortikultura bekerja secara sinergis untuk memperkuat berbagai mekanisme pertahanan tubuh. Vitamin C, misalnya, menstimulasi produksi sel darah putih, komponen penting dalam sistem kekebalan yang bertugas menghancurkan patogen. Antioksidan, seperti beta-karoten dan vitamin E, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat melemahkan sistem imun. Selain itu, beberapa jenis, seperti bawang putih dan jahe, memiliki sifat antimikroba alami yang dapat membantu melawan infeksi bakteri dan virus. Dengan demikian, konsumsi teratur berbagai jenis berkontribusi signifikan terhadap peningkatan imunitas dan penurunan risiko terserang penyakit pada anak-anak.

Mendukung pertumbuhan optimal

Kandungan nutrisi esensial dalam hasil pertanian memainkan peran vital dalam mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal. Vitamin dan mineral, seperti vitamin D, kalsium, dan fosfor, merupakan komponen penting dalam pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Protein nabati, meskipun tidak selengkap protein hewani, tetap berkontribusi dalam pembangunan dan perbaikan jaringan tubuh. Zat besi, yang banyak ditemukan dalam sayuran hijau, penting untuk mencegah anemia defisiensi besi, kondisi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan kognitif. Selain itu, asupan serat yang cukup membantu menjaga kesehatan saluran cerna, memastikan penyerapan nutrisi yang optimal, dan mencegah masalah pencernaan yang dapat mengganggu nafsu makan dan pertumbuhan. Dengan demikian, konsumsi yang cukup, sebagai bagian dari diet seimbang, memberikan landasan nutrisi yang kokoh bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan anak.

Memperbaiki fungsi pencernaan

Kesehatan sistem pencernaan merupakan fondasi penting bagi kesehatan anak secara keseluruhan. Kemampuan tubuh untuk mencerna makanan secara efektif dan menyerap nutrisi secara optimal sangat bergantung pada asupan makanan yang tepat, di mana konsumsi produk hortikultura memegang peranan sentral. Asupan yang memadai berkontribusi signifikan dalam menjaga kelancaran proses pencernaan dan mencegah berbagai masalah terkait.

  • Serat Makanan: Kunci Kelancaran Pencernaan

    Serat, yang banyak ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran, merupakan komponen penting untuk menjaga kelancaran pergerakan usus. Serat larut, seperti pektin dalam apel, membantu memperlambat penyerapan gula dan menurunkan kadar kolesterol. Sementara itu, serat tidak larut, seperti selulosa dalam brokoli, menambah volume tinja dan mencegah konstipasi. Konsumsi rutin membantu mencegah sembelit, kondisi yang umum terjadi pada anak-anak dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta gangguan penyerapan nutrisi.

  • Prebiotik: Makanan untuk Bakteri Baik

    Beberapa jenis, seperti bawang putih, bawang bombay, dan pisang, mengandung prebiotik, yaitu serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, tetapi menjadi makanan bagi bakteri baik (probiotik) di dalam usus. Probiotik membantu menjaga keseimbangan mikroflora usus, yang penting untuk pencernaan yang sehat, meningkatkan sistem imun, dan bahkan memengaruhi suasana hati. Keseimbangan mikroflora yang baik dapat mencegah pertumbuhan bakteri jahat yang dapat menyebabkan diare atau infeksi.

  • Enzim Pencernaan Alami

    Beberapa buah, seperti pepaya dan nanas, mengandung enzim pencernaan alami. Pepaya mengandung papain, enzim yang membantu memecah protein, sementara nanas mengandung bromelain, enzim yang memiliki sifat anti-inflamasi dan membantu mencerna protein. Konsumsi buah-buahan ini dapat membantu meringankan gangguan pencernaan seperti kembung dan rasa tidak nyaman setelah makan.

  • Hidrasi: Penting untuk Pencernaan yang Efisien

    Kandungan air yang tinggi dalam banyak jenis membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Hidrasi yang cukup penting untuk melunakkan tinja dan mencegah konstipasi. Selain itu, air membantu melarutkan nutrisi dan memfasilitasi penyerapan nutrisi di usus. Anak-anak yang kurang minum air cenderung mengalami masalah pencernaan.

  • Mengurangi Risiko Penyakit Pencernaan

    Konsumsi tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit pencernaan kronis, seperti penyakit radang usus (IBD) dan kanker usus besar. Antioksidan dan senyawa anti-inflamasi dalam dapat membantu melindungi sel-sel di saluran pencernaan dari kerusakan dan peradangan.

  • Meningkatkan Penyerapan Nutrisi

    Dengan menjaga kesehatan saluran cerna, konsumsi memfasilitasi penyerapan nutrisi yang optimal dari makanan. Sistem pencernaan yang sehat memastikan bahwa tubuh dapat memanfaatkan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi tubuh secara keseluruhan.

Singkatnya, peran dalam meningkatkan fungsi pencernaan sangatlah signifikan. Dengan menyediakan serat, prebiotik, enzim pencernaan, dan kandungan air yang tinggi, konsumsi rutin membantu menjaga kesehatan saluran cerna anak, mencegah berbagai masalah pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan mengurangi risiko penyakit pencernaan di kemudian hari. Semua faktor ini berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan anak secara keseluruhan.

Menjaga kesehatan mata

Kesehatan penglihatan anak merupakan aspek krusial dalam tumbuh kembangnya, dan asupan nutrisi yang memadai memainkan peran penting dalam memelihara fungsi visual yang optimal. Beberapa jenis hasil pertanian mengandung senyawa-senyawa spesifik yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan mata, melindungi dari kerusakan, dan mencegah masalah penglihatan di kemudian hari. Senyawa-senyawa ini bekerja melalui berbagai mekanisme, termasuk bertindak sebagai antioksidan, menyaring cahaya berbahaya, dan mendukung struktur mata.

  • Vitamin A dan Beta-Karoten: Wortel, ubi jalar, labu kuning, dan sayuran berdaun hijau tua kaya akan beta-karoten, yang diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Vitamin A esensial untuk fungsi retina, lapisan mata yang bertanggung jawab untuk mendeteksi cahaya. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rabun senja (kesulitan melihat dalam kondisi redup) dan bahkan kebutaan.
  • Lutein dan Zeaxanthin: Bayam, kale, brokoli, dan jagung mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis karotenoid yang terakumulasi di retina, khususnya di makula, bagian mata yang bertanggung jawab untuk penglihatan sentral yang tajam. Lutein dan zeaxanthin bertindak sebagai filter alami, menyerap cahaya biru berbahaya yang dapat merusak sel-sel retina. Keduanya juga merupakan antioksidan kuat yang melindungi mata dari kerusakan akibat radikal bebas. Konsumsi yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko degenerasi makula terkait usia (AMD) dan katarak.
  • Vitamin C dan E: Jeruk, stroberi, kiwi, paprika, dan kacang-kacangan kaya akan vitamin C dan E, yang merupakan antioksidan kuat yang membantu melindungi mata dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin C juga berperan dalam pembentukan kolagen, protein struktural penting yang menyusun kornea dan sklera mata.
  • Zinc: Daging merah tanpa lemak, unggas, kacang-kacangan, dan biji-bijian mengandung zinc, mineral penting yang membantu mengangkut vitamin A dari hati ke retina. Zinc juga berperan dalam fungsi enzim antioksidan di mata. Kekurangan zinc dapat meningkatkan risiko AMD.
  • Asam Lemak Omega-3: Meskipun terutama ditemukan dalam ikan berlemak, beberapa sumber nabati, seperti biji chia dan biji rami, mengandung asam lemak omega-3, yang penting untuk kesehatan retina dan mengurangi risiko mata kering.

Dengan memasukkan berbagai jenis yang kaya akan nutrisi-nutrisi tersebut ke dalam diet anak, orang tua dapat membantu memastikan kesehatan mata yang optimal dan mengurangi risiko masalah penglihatan di kemudian hari. Kebiasaan makan sehat sejak dini adalah investasi berharga untuk penglihatan yang jernih dan kualitas hidup yang lebih baik.

Sumber energi alami

Konsumsi beragam hasil pertanian menyediakan sumber energi berkelanjutan dan sehat bagi anak-anak, berbeda dengan sumber energi olahan yang seringkali tinggi gula dan rendah nutrisi. Pemanfaatan sumber energi alami ini berkontribusi signifikan terhadap aktivitas fisik, konsentrasi, dan suasana hati yang stabil sepanjang hari.

  • Karbohidrat Kompleks: Bahan Bakar Tahan Lama

    Buah-buahan dan sayuran kaya akan karbohidrat kompleks, yang dicerna lebih lambat daripada karbohidrat sederhana. Proses pencernaan yang lambat ini menghasilkan pelepasan energi yang bertahap dan stabil, mencegah lonjakan gula darah yang diikuti dengan penurunan energi drastis. Contohnya, ubi jalar dan labu mengandung karbohidrat kompleks yang menyediakan energi tahan lama untuk aktivitas belajar dan bermain.

  • Gula Alami: Energi Cepat dan Sehat

    Buah-buahan mengandung gula alami seperti fruktosa dan glukosa, yang memberikan sumber energi cepat yang mudah diserap oleh tubuh. Berbeda dengan gula tambahan dalam makanan olahan, gula alami dalam buah-buahan disertai dengan serat, vitamin, dan mineral yang memberikan manfaat kesehatan tambahan. Apel dan pisang adalah pilihan yang baik untuk camilan energi cepat sebelum atau sesudah berolahraga.

  • Serat: Menjaga Kestabilan Energi

    Serat yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah fluktuasi energi. Serat juga membantu merasa kenyang lebih lama, mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan tidak sehat yang dapat menyebabkan penurunan energi. Brokoli dan wortel adalah sumber serat yang baik untuk menjaga kestabilan energi.

  • Vitamin dan Mineral: Katalisator Energi

    Vitamin dan mineral berperan sebagai katalisator dalam berbagai proses metabolisme yang mengubah makanan menjadi energi. Vitamin B, misalnya, penting untuk mengubah karbohidrat menjadi glukosa yang dapat digunakan oleh tubuh. Zat besi penting untuk mengangkut oksigen ke sel-sel tubuh, termasuk sel-sel otak, yang membutuhkan oksigen untuk berfungsi secara optimal. Kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan energi. Sayuran hijau dan buah-buahan sitrus kaya akan vitamin dan mineral penting untuk produksi energi.

  • Hidrasi: Mendukung Metabolisme Energi

    Kandungan air yang tinggi dalam buah-buahan dan sayuran membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Dehidrasi ringan pun dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan energi. Air penting untuk berbagai proses metabolisme, termasuk transportasi nutrisi dan pembuangan limbah. Semangka dan mentimun adalah pilihan yang baik untuk membantu menjaga hidrasi dan mendukung metabolisme energi.

Singkatnya, konsumsi buah dan sayur menyediakan sumber energi alami yang berkelanjutan, sehat, dan kaya nutrisi bagi anak-anak. Karbohidrat kompleks, gula alami, serat, vitamin, mineral, dan kandungan air dalam hasil pertanian ini bekerja secara sinergis untuk memberikan energi yang stabil, mendukung metabolisme energi, dan menjaga hidrasi, yang semuanya penting untuk aktivitas fisik, konsentrasi, dan suasana hati yang optimal.

Mencegah Obesitas

Konsumsi beragam hasil pertanian berkontribusi signifikan dalam pencegahan obesitas pada anak-anak melalui beberapa mekanisme kunci. Makanan nabati, khususnya yang tidak diproses, cenderung rendah kalori namun kaya akan serat, sehingga menciptakan rasa kenyang lebih lama dan membantu mengendalikan asupan kalori secara keseluruhan. Serat larut, yang ditemukan dalam apel dan jeruk, memperlambat proses pencernaan, mencegah lonjakan gula darah yang dapat memicu rasa lapar berlebihan dan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori. Selain itu, kandungan air yang tinggi dalam banyak jenis buah dan sayur menambah volume makanan tanpa menambah kalori secara signifikan, berkontribusi pada rasa kenyang dan membantu mengurangi risiko makan berlebihan.

Selain memberikan rasa kenyang, makanan nabati juga cenderung rendah lemak dan gula tambahan, yang merupakan kontributor utama terhadap obesitas. Menggantikan makanan olahan tinggi kalori dengan pilihan yang kaya nutrisi membantu mengurangi asupan kalori kosong dan memberikan tubuh nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Kebiasaan mengonsumsi sejak dini membentuk preferensi rasa yang sehat dan mengurangi kemungkinan anak-anak mengembangkan preferensi terhadap makanan tinggi gula dan lemak di kemudian hari.

Lebih lanjut, konsumsi teratur dikaitkan dengan peningkatan aktivitas fisik. Anak-anak yang mengonsumsi diet seimbang yang kaya akan nutrisi memiliki lebih banyak energi untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik, yang membantu membakar kalori dan menjaga berat badan yang sehat. Dengan demikian, pembentukan kebiasaan makan sehat yang mencakup banyak buah dan sayur merupakan strategi penting untuk mencegah obesitas pada anak-anak dan mempromosikan kesehatan jangka panjang.

Mengoptimalkan fungsi otak

Fungsi kognitif optimal merupakan fondasi bagi kemampuan belajar, memori, dan konsentrasi anak. Asupan nutrisi yang memadai, khususnya dari sumber nabati, memainkan peran krusial dalam mendukung perkembangan otak yang sehat dan meningkatkan kinerja kognitif.

  • Antioksidan: Melindungi Sel Otak

    Buah dan sayur kaya akan antioksidan, seperti vitamin C, vitamin E, dan flavonoid, yang melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif, yang dapat mengganggu fungsi otak dan meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif di kemudian hari. Blueberry dan bayam, contohnya, merupakan sumber antioksidan yang sangat baik.

  • Vitamin B: Meningkatkan Fungsi Neurotransmiter

    Vitamin B, seperti folat, vitamin B6, dan vitamin B12, penting untuk produksi neurotransmiter, zat kimia yang memungkinkan sel-sel otak berkomunikasi satu sama lain. Neurotransmiter berperan penting dalam mengatur suasana hati, memori, dan konsentrasi. Sayuran hijau dan buah-buahan sitrus merupakan sumber vitamin B yang baik.

  • Asam Lemak Omega-3: Mendukung Struktur Otak

    Meskipun terutama ditemukan dalam ikan berlemak, beberapa sumber nabati, seperti biji chia dan biji rami, mengandung asam lemak omega-3, khususnya ALA (asam alfa-linolenat), yang dapat diubah menjadi DHA (asam dokosaheksaenoat) dan EPA (asam eikosapentaenoat) di dalam tubuh. DHA merupakan komponen penting dari membran sel otak dan penting untuk fungsi kognitif yang optimal.

  • Zat Besi: Membawa Oksigen ke Otak

    Zat besi penting untuk mengangkut oksigen ke otak, yang membutuhkan oksigen untuk berfungsi secara optimal. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi, yang dapat menyebabkan kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan kinerja kognitif. Sayuran hijau gelap dan kacang-kacangan merupakan sumber zat besi yang baik.

  • Glukosa: Sumber Bahan Bakar Utama Otak

    Otak menggunakan glukosa sebagai sumber bahan bakar utamanya. Buah-buahan dan sayuran menyediakan sumber glukosa yang sehat dan berkelanjutan, berbeda dengan gula olahan yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti dengan penurunan energi dan konsentrasi. Karbohidrat kompleks dalam ubi jalar dan labu, misalnya, menyediakan pelepasan glukosa yang bertahap dan stabil.

  • Hidrasi: Mempertahankan Fungsi Otak Optimal

    Dehidrasi ringan pun dapat mengganggu fungsi otak, menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, memori yang buruk, dan suasana hati yang buruk. Buah-buahan dan sayuran dengan kandungan air yang tinggi, seperti semangka dan mentimun, membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung fungsi otak yang optimal.

Dengan memasukkan berbagai jenis yang kaya akan nutrisi-nutrisi tersebut ke dalam diet anak, orang tua dapat membantu mengoptimalkan fungsi otak, meningkatkan kemampuan belajar, memori, dan konsentrasi, serta memberikan landasan yang kuat untuk keberhasilan akademis dan perkembangan kognitif secara keseluruhan. Asupan nutrisi yang tepat sejak dini adalah investasi berharga untuk kesehatan otak jangka panjang.

Tips Mengoptimalkan Asupan Pangan Nabati untuk Anak

Membiasakan anak mengonsumsi beragam hasil pertanian sejak dini memerlukan strategi yang tepat. Penerapan tips berikut dapat membantu meningkatkan konsumsi dan memaksimalkan manfaatnya bagi kesehatan anak.

Tip 1: Libatkan Anak dalam Pemilihan dan Persiapan
Ajak anak berbelanja dan memilih sendiri jenis yang disukai. Libatkan mereka dalam proses persiapan, seperti mencuci, memotong, atau menyusun salad. Keterlibatan ini meningkatkan rasa memiliki dan ketertarikan anak untuk mencicipi hasil olahan.

Tip 2: Sajikan dengan Kreatif dan Menarik
Tata dengan warna-warni yang menarik. Bentuk menjadi karakter kartun atau pola yang disukai anak. Gunakan tusuk sate untuk membuat sate buah atau sayur. Kreasi visual dapat meningkatkan daya tarik dan mendorong anak untuk mencoba.

Tip 3: Jadikan Camilan Sehat yang Mudah Diakses
Siapkan potongan buah atau sayur di wadah yang mudah dijangkau anak. Letakkan di meja makan atau di kulkas bagian bawah. Ketersediaan yang mudah meningkatkan kemungkinan anak untuk memilih sebagai camilan sehat di antara waktu makan.

Tip 4: Selipkan dalam Menu Utama
Tambahkan sayuran cincang ke dalam omelet, sup, atau saus pasta. Campurkan buah-buahan ke dalam yoghurt atau oatmeal. Menyembunyikan dalam menu utama adalah cara cerdas untuk meningkatkan asupan tanpa disadari.

Tip 5: Berikan Contoh yang Baik
Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua. Jika orang tua rajin mengonsumsi, anak-anak pun akan terdorong untuk melakukan hal yang sama. Jadilah panutan dalam menerapkan pola makan sehat.

Tip 6: Jangan Menyerah
Anak-anak mungkin menolak jenis tertentu pada awalnya. Jangan memaksakan, tetapi terus tawarkan secara berkala dengan cara yang berbeda. Terkadang, dibutuhkan beberapa kali percobaan sebelum anak terbiasa dan menyukai rasa tertentu.

Penerapan tips ini secara konsisten dapat membantu meningkatkan asupan pangan nabati pada anak, memberikan manfaat kesehatan yang optimal, dan membentuk kebiasaan makan sehat yang bertahan seumur hidup.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Berbagai penelitian telah mengkaji dampak konsumsi makanan nabati terhadap kesehatan anak. Studi kohort jangka panjang menunjukkan korelasi positif antara asupan beragam hasil pertanian dengan penurunan risiko penyakit kronis di kemudian hari, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular. Mekanisme yang mendasari hubungan ini melibatkan peran serat dalam regulasi glukosa darah, efek antioksidan dalam melindungi sel dari kerusakan, dan kontribusi vitamin serta mineral terhadap fungsi imun yang optimal.

Sebuah studi intervensi yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics membandingkan dua kelompok anak usia sekolah: satu kelompok menerima intervensi nutrisi yang menekankan peningkatan asupan buah dan sayur, sementara kelompok kontrol melanjutkan pola makan biasa. Setelah enam bulan, kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan dalam indeks massa tubuh (IMT), kadar kolesterol, dan kemampuan kognitif, yang diukur dengan serangkaian tes standar. Studi ini memberikan bukti kuat bahwa intervensi nutrisi yang berfokus pada makanan nabati dapat memberikan manfaat kesehatan yang terukur pada anak-anak.

Namun, terdapat pula perdebatan mengenai dosis optimal dan jenis yang paling bermanfaat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lebih dari lima porsi per hari memberikan manfaat tambahan, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa tiga hingga lima porsi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dasar. Selain itu, beberapa ahli berpendapat bahwa fokus harus diberikan pada variasi warna dan jenis, karena setiap jenis mengandung kombinasi nutrisi yang unik. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan rekomendasi yang lebih spesifik dan dipersonalisasi.

Evaluasi kritis terhadap bukti yang ada sangat dianjurkan. Pembaca didorong untuk mempertimbangkan metodologi penelitian, ukuran sampel, dan potensi bias saat menafsirkan temuan. Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter anak dapat memberikan panduan yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan individu.