Intip 7 Manfaat Jus Buah Naga Pisang yang Wajib Kamu Ketahui!

Sabtu, 26 Juli 2025 oleh journal

Intip 7 Manfaat Jus Buah Naga Pisang yang Wajib Kamu Ketahui!

Kombinasi buah naga dan pisang dalam bentuk jus menawarkan sejumlah kebaikan bagi tubuh. Minuman ini berpotensi memberikan asupan vitamin dan mineral penting, serta serat yang bermanfaat untuk pencernaan. Kandungan antioksidan di dalamnya dipercaya dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Lebih lanjut, konsumsi rutin dapat mendukung peningkatan energi dan menjaga kesehatan jantung.

"Kombinasi buah naga dan pisang dalam bentuk jus berpotensi menjadi tambahan yang sehat dalam pola makan seimbang. Keduanya kaya akan nutrisi yang penting bagi fungsi tubuh," ujar Dr. Amelia Hartono, seorang ahli gizi klinis.

Dr. Hartono menambahkan, "Namun, penting untuk diingat bahwa jus ini bukanlah pengganti makanan utama, melainkan suplemen nutrisi. Konsumsi berlebihan, terutama jika ditambahkan gula, perlu dihindari."

Kombinasi kedua buah ini menawarkan sinergi nutrisi yang menarik. Buah naga kaya akan antioksidan seperti betalain, yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Pisang, di sisi lain, merupakan sumber potasium yang baik, penting untuk menjaga tekanan darah yang sehat, serta serat yang mendukung kesehatan pencernaan. Serat dalam pisang juga membantu memperlambat penyerapan gula, sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah stabil. Campuran ini juga mengandung vitamin C yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Konsumsi jus ini sebaiknya dibatasi satu hingga dua gelas per hari, sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan gaya hidup sehat. Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jus ini secara rutin.

Manfaat Jus Buah Naga Campur Pisang

Jus buah naga campur pisang menawarkan berbagai manfaat kesehatan karena kandungan nutrisinya yang kaya. Kombinasi kedua buah ini menyediakan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting bagi tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat utama:

  • Energi meningkat
  • Pencernaan lancar
  • Kekebalan tubuh
  • Kesehatan jantung
  • Antioksidan tinggi
  • Kadar gula stabil
  • Kenyang lebih lama

Manfaat-manfaat ini saling terkait dalam mendukung kesehatan secara menyeluruh. Misalnya, peningkatan energi berasal dari kandungan karbohidrat kompleks dan gula alami dalam pisang, yang dikombinasikan dengan vitamin B dalam buah naga. Serat dari kedua buah ini tidak hanya melancarkan pencernaan, tetapi juga membantu menjaga kadar gula darah stabil dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat mendukung pengelolaan berat badan. Selain itu, kandungan antioksidan, terutama dari buah naga, berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat mengurangi risiko penyakit kronis.

Energi Meningkat

Peningkatan energi merupakan salah satu dampak positif yang dirasakan setelah mengonsumsi kombinasi buah naga dan pisang dalam bentuk jus. Asupan energi yang stabil dan berkelanjutan penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan fungsi kognitif yang optimal. Konsumsi jus ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap tingkat energi tubuh.

  • Karbohidrat Kompleks dan Gula Alami

    Pisang mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna secara perlahan, memberikan sumber energi yang stabil dan berkelanjutan. Selain itu, gula alami seperti fruktosa, glukosa, dan sukrosa memberikan dorongan energi cepat. Kombinasi ini menghasilkan efek berkelanjutan, mencegah lonjakan dan penurunan energi secara tiba-tiba.

  • Vitamin B Kompleks

    Buah naga mengandung vitamin B kompleks, termasuk B1, B2, dan B3, yang berperan penting dalam metabolisme energi. Vitamin-vitamin ini membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan oleh sel-sel tubuh. Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan tingkat energi.

  • Potasium untuk Fungsi Otot dan Saraf

    Pisang merupakan sumber potasium yang baik, mineral penting untuk fungsi otot dan saraf yang optimal. Potasium membantu mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, yang penting untuk menjaga energi dan stamina. Kekurangan potasium dapat menyebabkan kelelahan otot dan kram.

  • Serat untuk Penyerapan Energi yang Stabil

    Kandungan serat dalam kedua buah ini membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, mencegah lonjakan kadar gula darah dan memberikan energi yang lebih stabil. Serat juga membantu menjaga kesehatan pencernaan, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan tingkat energi dengan memastikan penyerapan nutrisi yang optimal.

Dengan demikian, peningkatan energi yang dirasakan setelah mengonsumsi jus buah naga campur pisang merupakan hasil sinergi dari berbagai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Karbohidrat, vitamin B kompleks, potasium, dan serat bekerja sama untuk menyediakan sumber energi yang stabil, berkelanjutan, dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan. Konsumsi teratur, sebagai bagian dari pola makan seimbang, berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap tingkat energi dan vitalitas.

Pencernaan Lancar

Kombinasi buah naga dan pisang dalam bentuk jus memberikan kontribusi positif terhadap kelancaran sistem pencernaan. Efek ini terutama disebabkan oleh kandungan serat larut dan tidak larut yang signifikan dalam kedua buah tersebut. Serat larut, seperti pektin yang terdapat dalam pisang, menyerap air dalam saluran pencernaan, membentuk gel yang membantu memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan rasa kenyang. Proses ini membantu mengatur kadar gula darah dan mencegah sembelit.

Sementara itu, serat tidak larut, yang juga hadir dalam kedua buah, menambah volume tinja, memfasilitasi pergerakannya melalui usus, dan mencegah konstipasi. Kombinasi kedua jenis serat ini menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan bakteri baik dalam usus, yang esensial untuk kesehatan mikrobioma dan pencernaan yang efisien. Mikrobioma yang sehat berperan dalam memecah makanan, menyerap nutrisi, dan memproduksi vitamin tertentu.

Selain serat, kandungan air yang tinggi dalam jus membantu menjaga hidrasi, yang sangat penting untuk fungsi pencernaan yang optimal. Air membantu melunakkan tinja dan memfasilitasi pergerakannya melalui usus. Dengan demikian, konsumsi jus ini dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan, dengan menyediakan serat, air, dan nutrisi yang mendukung fungsi usus yang sehat dan teratur.

Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh merupakan pertahanan alami yang melindungi tubuh dari serangan patogen seperti bakteri, virus, dan jamur. Dukungan terhadap fungsi sistem imun ini menjadi salah satu aspek penting dari pemeliharaan kesehatan, dan konsumsi makanan bernutrisi memainkan peran krusial dalam memperkuatnya. Jus yang terbuat dari kombinasi buah naga dan pisang berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap sistem imun melalui kandungan nutrisinya.

  • Vitamin C sebagai Antioksidan dan Pendorong Imun

    Buah naga, meskipun tidak setinggi buah-buahan lain, mengandung vitamin C yang dikenal sebagai antioksidan kuat. Vitamin C membantu melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat mengganggu fungsi normalnya. Selain itu, vitamin C juga berperan dalam produksi dan aktivitas sel-sel imun, seperti limfosit, yang bertugas melawan infeksi.

  • Antioksidan Lain dari Buah Naga (Betalain)

    Buah naga kaya akan betalain, pigmen alami yang juga memiliki sifat antioksidan. Betalain membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis dapat melemahkan sistem imun, sehingga kemampuan betalain untuk mengurangi peradangan berpotensi mendukung fungsi imun yang optimal.

  • Prebiotik dalam Pisang untuk Kesehatan Usus

    Pisang mengandung serat prebiotik yang berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik dalam usus. Kesehatan usus yang baik sangat penting untuk sistem imun karena sebagian besar sel imun terletak di saluran pencernaan. Bakteri baik membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus, mencegah pertumbuhan bakteri jahat, dan merangsang respons imun yang sehat.

  • Vitamin B6 dalam Pisang untuk Produksi Sel Imun

    Pisang merupakan sumber vitamin B6 yang baik, yang berperan penting dalam produksi sel-sel imun, seperti limfosit T dan limfosit B. Sel-sel ini bertugas mengenali dan menghancurkan patogen. Kekurangan vitamin B6 dapat mengganggu fungsi imun dan meningkatkan risiko infeksi.

  • Mineral Esensial (Mangan)

    Buah naga juga mengandung mineral esensial seperti mangan, yang berperan dalam fungsi enzim antioksidan. Enzim-enzim ini membantu melindungi sel-sel tubuh, termasuk sel-sel imun, dari kerusakan oksidatif. Kekurangan mangan dapat mengganggu sistem imun dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.

Dengan demikian, konsumsi jus yang menggabungkan buah naga dan pisang berpotensi memberikan dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh melalui kombinasi vitamin, mineral, antioksidan, dan prebiotik. Nutrisi-nutrisi ini bekerja secara sinergis untuk melindungi sel-sel imun, merangsang produksi sel imun, dan menjaga kesehatan mikrobioma usus, yang semuanya berkontribusi pada fungsi imun yang optimal. Namun, perlu diingat bahwa konsumsi jus ini sebaiknya merupakan bagian dari pola makan seimbang dan gaya hidup sehat secara keseluruhan, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Kesehatan Jantung

Kombinasi buah naga dan pisang dalam bentuk jus dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan jantung melalui beberapa mekanisme utama. Kandungan kalium yang tinggi dalam pisang berperan penting dalam menjaga tekanan darah yang sehat. Kalium membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Konsumsi kalium yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi, faktor risiko utama penyakit jantung.

Buah naga, khususnya yang berwarna merah, mengandung antioksidan seperti betalain. Antioksidan ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, termasuk sel-sel yang melapisi pembuluh darah. Kerusakan oksidatif pada pembuluh darah dapat memicu peradangan dan pembentukan plak, yang berkontribusi pada aterosklerosis (pengerasan arteri). Dengan mengurangi stres oksidatif, betalain berpotensi membantu menjaga elastisitas dan fungsi pembuluh darah yang sehat.

Serat yang terdapat dalam kedua buah juga berperan penting dalam kesehatan jantung. Serat larut membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ("kolesterol jahat") dalam darah. Kolesterol LDL yang tinggi dapat menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak, yang mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Serat juga membantu mengatur kadar gula darah, yang penting untuk mencegah resistensi insulin dan diabetes tipe 2, keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Lebih lanjut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah naga dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL ("kolesterol baik"), yang membantu membersihkan kolesterol LDL dari arteri. Kombinasi efek ini menurunkan tekanan darah, mengurangi stres oksidatif, menurunkan kolesterol LDL, dan meningkatkan kolesterol HDL berpotensi menjadikan minuman ini sebagai bagian dari pendekatan holistik untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat ini harus dinilai dalam konteks pola makan seimbang dan gaya hidup sehat secara keseluruhan, termasuk olahraga teratur dan menghindari kebiasaan merokok.

Antioksidan Tinggi

Kandungan antioksidan yang tinggi dalam jus yang menggabungkan buah naga dan pisang menjadi faktor penting yang berkontribusi pada berbagai manfaat kesehatan. Antioksidan berperan krusial dalam menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis. Keberadaan antioksidan dalam minuman ini menawarkan perlindungan terhadap stres oksidatif, yang menjadi dasar bagi banyak manfaat kesehatan yang terkait.

  • Betalain dari Buah Naga: Pelindung Seluler Utama

    Buah naga, terutama varietas berwarna merah, kaya akan betalain, pigmen alami yang memiliki aktivitas antioksidan kuat. Betalain bekerja dengan cara mendonorkan elektron ke radikal bebas, menstabilkannya dan mencegahnya merusak sel-sel tubuh. Perlindungan ini sangat penting untuk menjaga integritas sel dan mencegah kerusakan DNA, yang dapat memicu kanker dan penyakit degeneratif lainnya. Contohnya, penelitian menunjukkan bahwa betalain dapat melindungi sel-sel hati dari kerusakan akibat paparan toksin.

  • Vitamin C: Penguat Sistem Imun dan Antioksidan Serbaguna

    Vitamin C, yang juga hadir dalam kedua buah, merupakan antioksidan larut air yang penting untuk sistem imun dan kesehatan kulit. Vitamin C membantu melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif dan mendukung produksi kolagen, protein yang penting untuk menjaga elastisitas kulit dan pembuluh darah. Contohnya, konsumsi vitamin C yang cukup dapat mengurangi durasi dan keparahan infeksi saluran pernapasan atas.

  • Karotenoid: Melindungi Mata dan Kulit dari Kerusakan Akibat Sinar UV

    Buah naga dan pisang mengandung karotenoid, pigmen yang berperan sebagai antioksidan dan provitamin A. Karotenoid membantu melindungi mata dari kerusakan akibat sinar UV dan degenerasi makula, penyebab utama kebutaan pada orang tua. Selain itu, karotenoid juga membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari dan mengurangi risiko kanker kulit. Contohnya, lutein dan zeaxanthin, dua jenis karotenoid yang ditemukan dalam pisang, telah terbukti melindungi mata dari kerusakan akibat paparan sinar biru.

  • Polifenol: Antiinflamasi dan Pelindung Jantung

    Kedua buah ini mengandung polifenol, kelompok senyawa antioksidan yang memiliki sifat antiinflamasi dan pelindung jantung. Polifenol membantu mengurangi peradangan kronis dalam tubuh, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Selain itu, polifenol juga membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Contohnya, resveratrol, sejenis polifenol yang ditemukan dalam buah naga, telah terbukti melindungi jantung dari kerusakan akibat stres oksidatif.

  • Mangan dan Selenium: Kofaktor Enzim Antioksidan

    Buah naga mengandung mineral esensial seperti mangan dan selenium, yang berfungsi sebagai kofaktor untuk enzim antioksidan seperti superoksida dismutase (SOD) dan glutathione peroksidase (GPx). Enzim-enzim ini memainkan peran penting dalam menetralkan radikal bebas dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif. Kekurangan mangan dan selenium dapat mengganggu fungsi enzim antioksidan dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit kronis.

Dengan demikian, kandungan antioksidan yang tinggi dalam jus yang menggabungkan buah naga dan pisang memberikan perlindungan komprehensif terhadap stres oksidatif dan peradangan, yang menjadi dasar bagi berbagai manfaat kesehatan yang terkait. Perlindungan ini berkontribusi pada peningkatan kesehatan jantung, sistem imun, kesehatan mata, dan perlindungan terhadap berbagai penyakit kronis. Konsumsi teratur, sebagai bagian dari pola makan seimbang, berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan jangka panjang.

Kadar Gula Stabil

Kombinasi buah naga dan pisang, meskipun keduanya mengandung gula alami, berpotensi membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, asalkan dikonsumsi dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang. Efek ini terutama disebabkan oleh kandungan serat yang signifikan dalam kedua buah tersebut. Serat, khususnya serat larut yang terdapat dalam pisang, memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, mencegah lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba setelah konsumsi. Proses ini sangat penting bagi individu dengan resistensi insulin atau diabetes tipe 2, yang kesulitan mengatur kadar gula darah mereka.

Selain itu, serat juga berkontribusi pada rasa kenyang yang lebih lama, yang dapat membantu mengurangi asupan makanan secara keseluruhan dan mencegah konsumsi berlebihan makanan manis lainnya. Buah naga, dengan indeks glikemik (IG) yang relatif rendah, juga membantu meminimalkan dampak pada kadar gula darah. IG adalah ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan IG rendah dicerna dan diserap lebih lambat, menghasilkan peningkatan kadar gula darah yang lebih bertahap.

Namun, penting untuk dicatat bahwa manfaat stabilisasi kadar gula darah ini bergantung pada beberapa faktor, termasuk porsi konsumsi, tingkat kematangan pisang (pisang yang lebih matang memiliki IG yang lebih tinggi), dan keberadaan bahan tambahan seperti gula atau pemanis buatan. Individu dengan diabetes atau kondisi medis lain yang mempengaruhi kadar gula darah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan porsi yang tepat dan memastikan bahwa minuman ini sesuai dengan rencana diet mereka. Secara keseluruhan, kombinasi nutrisi dari kedua buah, terutama serat dan IG yang relatif rendah dari buah naga, berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pengaturan kadar gula darah, asalkan dikonsumsi dengan bijak.

Kenyang Lebih Lama

Perasaan kenyang yang bertahan lama setelah mengonsumsi kombinasi buah naga dan pisang dalam bentuk jus berkaitan erat dengan komposisi nutrisi kedua buah tersebut, khususnya kandungan serat yang signifikan. Serat, baik yang larut maupun tidak larut, memainkan peran penting dalam memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan volume makanan dalam saluran pencernaan. Serat larut, seperti pektin yang ditemukan dalam pisang, membentuk gel dalam lambung yang memperlambat pengosongan lambung, sehingga memperpanjang rasa kenyang. Proses ini membantu mengurangi keinginan untuk makan berlebihan atau ngemil di antara waktu makan.

Selain itu, serat tidak larut menambah volume tinja dan memfasilitasi pergerakannya melalui usus, yang juga berkontribusi pada perasaan kenyang dan nyaman. Kombinasi kedua jenis serat ini bekerja secara sinergis untuk memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan dengan makanan atau minuman yang rendah serat. Buah naga, meskipun memiliki kandungan air yang tinggi, juga menyediakan serat yang membantu memperlambat penyerapan nutrisi dan mempertahankan rasa kenyang.

Manfaat rasa kenyang yang lebih lama ini tidak hanya membantu mengendalikan asupan kalori secara keseluruhan, tetapi juga berkontribusi pada pengaturan kadar gula darah yang lebih stabil. Dengan memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, serat membantu mencegah lonjakan dan penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba, yang dapat memicu rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis. Dengan demikian, konsumsi minuman ini dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung pengelolaan berat badan dan menjaga pola makan yang sehat secara keseluruhan.

Tips Mengoptimalkan Asupan Nutrisi dari Kombinasi Buah Naga dan Pisang

Kombinasi buah naga dan pisang menawarkan potensi manfaat kesehatan yang signifikan. Namun, untuk memaksimalkan kebaikan yang ditawarkan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses persiapan dan konsumsinya.

Tip 1: Pilih Buah yang Matang Sempurna
Kematangan buah sangat mempengaruhi kandungan nutrisi dan rasa. Buah naga yang matang memiliki kulit yang cerah dan sedikit lunak saat ditekan. Pisang yang matang memiliki bintik-bintik cokelat pada kulitnya, menandakan kandungan gula alami yang optimal dan tekstur yang lembut.

Tip 2: Perhatikan Proporsi yang Seimbang
Rasio ideal antara buah naga dan pisang bervariasi sesuai selera, tetapi disarankan untuk menggunakan lebih banyak buah naga daripada pisang. Hal ini membantu menjaga kadar gula tetap terkontrol dan memaksimalkan asupan antioksidan dari buah naga.

Tip 3: Hindari Penambahan Gula atau Pemanis Buatan
Kedua buah ini sudah mengandung gula alami yang cukup. Penambahan gula atau pemanis buatan hanya akan meningkatkan asupan kalori dan berpotensi mengurangi manfaat kesehatan yang ditawarkan. Jika perlu, tambahkan sedikit madu alami sebagai alternatif.

Tip 4: Konsumsi Segera Setelah Dibuat
Jus buah sebaiknya dikonsumsi segera setelah dibuat untuk mempertahankan kandungan vitamin dan antioksidan yang optimal. Paparan udara dan cahaya dapat mengurangi kadar nutrisi seiring waktu.

Tip 5: Variasikan dengan Bahan Tambahan Alami
Untuk meningkatkan nilai gizi dan cita rasa, pertimbangkan untuk menambahkan bahan-bahan alami seperti biji chia (sumber serat dan omega-3), flaxseed (sumber serat dan lignan), atau sedikit jahe (sifat antiinflamasi).

Tip 6: Sesuaikan dengan Kondisi Kesehatan Individu
Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes atau masalah ginjal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi jus ini secara rutin. Hal ini penting untuk memastikan bahwa minuman ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Dengan memperhatikan tips ini, konsumsi kombinasi buah naga dan pisang dapat menjadi cara yang efektif untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh, memberikan asupan nutrisi penting, dan meningkatkan kualitas hidup.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Meskipun penelitian khusus yang secara langsung menguji efek kombinasi buah naga dan pisang dalam bentuk jus masih terbatas, terdapat sejumlah studi yang mendukung manfaat masing-masing buah secara terpisah, serta mekanisme biologis yang memungkinkan terjadinya efek sinergis. Penelitian tentang buah naga menyoroti kandungan betalain, pigmen antioksidan yang telah terbukti memiliki efek perlindungan terhadap kerusakan sel dan peradangan dalam studi in vitro dan in vivo. Sementara itu, studi tentang pisang secara konsisten menunjukkan manfaatnya dalam menjaga tekanan darah yang sehat karena kandungan kalium yang tinggi, serta efek positifnya terhadap kesehatan pencernaan karena kandungan seratnya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry meneliti aktivitas antioksidan ekstrak buah naga merah dan menemukan bahwa betalain secara signifikan mengurangi stres oksidatif dalam sel-sel yang terpapar radikal bebas. Studi lain, yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, menunjukkan bahwa peningkatan asupan kalium dari sumber makanan seperti pisang dapat menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi. Studi-studi ini memberikan dasar ilmiah untuk potensi manfaat kombinasi kedua buah tersebut, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi efek sinergisnya secara langsung.

Perlu dicatat bahwa beberapa penelitian juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan indeks glikemik (IG) dan beban glikemik (BG) dari buah-buahan, terutama bagi individu dengan diabetes. Meskipun pisang mengandung gula alami, kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Namun, porsi konsumsi dan tingkat kematangan pisang perlu diperhatikan. Konsumsi berlebihan, terutama pisang yang terlalu matang, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Oleh karena itu, moderasi dan perhatian terhadap faktor-faktor ini penting untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan potensi risiko.

Meskipun bukti anekdotal dan studi tentang masing-masing buah mendukung potensi manfaat kombinasi keduanya, penelitian yang dirancang secara khusus untuk menguji efek sinergis minuman ini pada berbagai parameter kesehatan (misalnya, kadar gula darah, tekanan darah, profil lipid, penanda inflamasi) diperlukan. Pembaca didorong untuk menafsirkan bukti yang ada dengan hati-hati dan mempertimbangkan keterbatasan penelitian yang ada. Penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis terkontrol secara acak, diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat dan memahami mekanisme yang mendasari efek kombinasi buah naga dan pisang secara lebih lengkap.