Temukan 7 Manfaat Makan Kelengkeng yang Bikin Penasaran!
Selasa, 22 Juli 2025 oleh journal
Konsumsi buah dengan ciri khas rasa manis dan daging buah bening ini memberikan sejumlah efek positif bagi tubuh. Efek positif tersebut mencakup peningkatan energi, dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh berkat kandungan vitamin C, dan potensi peningkatan kualitas tidur. Kandungan mineral seperti kalium juga berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh. Kehadiran antioksidan membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.
Konsumsi buah ini, dalam jumlah wajar, dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang mendukung kesehatan secara keseluruhan. Kandungan nutrisinya berkontribusi pada berbagai fungsi tubuh, namun bukan merupakan solusi tunggal untuk masalah kesehatan, ujar Dr. Amelia Surya, seorang ahli gizi klinis.
- Dr. Amelia Surya, Ahli Gizi Klinis
Buah tropis ini, dengan rasa manisnya yang khas, memang menyimpan potensi manfaat kesehatan. Hal ini didukung oleh kandungan senyawa aktif di dalamnya.
Daging buah beningnya mengandung vitamin C, antioksidan kuat yang berperan penting dalam meningkatkan sistem imun dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, kelengkeng juga mengandung kalium, mineral esensial yang membantu menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah. Kandungan polifenol di dalamnya juga berkontribusi sebagai antioksidan tambahan. Konsumsi dalam jumlah moderat, sekitar satu porsi (sekitar 10-15 buah), dapat menjadi pelengkap pola makan seimbang. Namun, perlu diperhatikan kandungan gulanya, terutama bagi individu dengan diabetes. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap disarankan untuk menentukan porsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Manfaat Makan Buah Kelengkeng
Konsumsi kelengkeng, dengan kandungan nutrisinya, memberikan sejumlah efek positif bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang dapat diperoleh:
- Meningkatkan energi
- Mendukung kekebalan tubuh
- Menjaga keseimbangan elektrolit
- Sumber antioksidan
- Potensi perbaikan tidur
- Meningkatkan kesehatan kulit
- Mendukung fungsi kognitif
Manfaat-manfaat ini berasal dari kandungan vitamin C yang meningkatkan imunitas, kalium untuk keseimbangan cairan, dan antioksidan yang melawan radikal bebas. Peningkatan energi berasal dari kandungan gula alami, sementara potensi perbaikan tidur mungkin terkait dengan efek relaksasi yang ditimbulkan oleh nutrisi tertentu. Konsumsi kelengkeng sebagai bagian dari diet seimbang dapat berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan, meski bukan pengganti perawatan medis yang tepat.
Meningkatkan Energi
Buah kelengkeng mengandung glukosa dan fruktosa, dua jenis gula alami yang memberikan sumber energi cepat bagi tubuh. Gula-gula ini mudah dicerna dan diserap ke dalam aliran darah, sehingga meningkatkan kadar gula darah dan memberikan dorongan energi yang dapat dirasakan dalam waktu singkat. Efek ini sangat bermanfaat saat tubuh membutuhkan asupan energi tambahan, seperti setelah berolahraga atau saat merasa lelah. Penting untuk dicatat bahwa efek peningkatan energi ini bersifat sementara dan perlu diimbangi dengan asupan nutrisi lain untuk menjaga tingkat energi yang stabil sepanjang hari. Konsumsi berlebihan, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes, harus dihindari untuk mencegah lonjakan gula darah yang tidak sehat.
Mendukung Kekebalan Tubuh
Kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit sangat bergantung pada sistem kekebalan yang kuat. Konsumsi buah kelengkeng dapat memberikan kontribusi positif dalam memperkuat pertahanan alami tubuh melalui kandungan nutrisinya.
- Kandungan Vitamin C yang Tinggi
Vitamin C adalah antioksidan kuat yang berperan penting dalam meningkatkan produksi sel darah putih, terutama limfosit dan fagosit. Sel-sel ini merupakan garda terdepan dalam melawan patogen seperti virus dan bakteri. Asupan vitamin C yang cukup dapat membantu mempersingkat durasi dan mengurangi keparahan penyakit infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu. Kelengkeng, sebagai sumber vitamin C, dapat membantu memenuhi kebutuhan harian vitamin ini.
- Peran Antioksidan Lainnya
Selain vitamin C, kelengkeng juga mengandung antioksidan lainnya seperti polifenol. Antioksidan ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit kronis. Dengan menetralkan radikal bebas, antioksidan dalam kelengkeng membantu menjaga integritas sel dan fungsi kekebalan tubuh.
- Meningkatkan Fungsi Sel Imun
Kandungan nutrisi dalam kelengkeng dapat mendukung fungsi optimal sel-sel imun. Misalnya, vitamin C dapat meningkatkan kemampuan sel-sel imun untuk bergerak menuju lokasi infeksi dan menghancurkan patogen. Antioksidan juga dapat melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh peradangan.
- Membantu Mengurangi Peradangan
Peradangan kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa senyawa dalam kelengkeng memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Dengan mengurangi peradangan, sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi lebih efektif dalam melawan infeksi dan penyakit.
- Mendukung Kesehatan Usus
Kesehatan usus yang baik sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh yang kuat. Sebagian besar sel imun tubuh berada di saluran pencernaan. Kelengkeng mengandung serat, yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam usus dan menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Mikrobiota usus yang sehat dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan melindungi terhadap infeksi.
Dengan kandungan vitamin C, antioksidan, dan seratnya, konsumsi kelengkeng dapat menjadi bagian dari strategi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh yang kuat dan sehat. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa konsumsi kelengkeng saja tidak cukup untuk menjamin kekebalan tubuh yang optimal. Pola makan seimbang, gaya hidup sehat, dan konsultasi dengan profesional kesehatan tetap merupakan faktor penting.
Menjaga keseimbangan elektrolit
Elektrolit, seperti kalium, natrium, kalsium, dan magnesium, merupakan mineral bermuatan listrik yang berperan krusial dalam berbagai fungsi fisiologis tubuh. Fungsi-fungsi tersebut meliputi pengaturan keseimbangan cairan, transmisi impuls saraf, kontraksi otot, dan pemeliharaan tekanan darah yang stabil. Ketidakseimbangan elektrolit, yang dapat disebabkan oleh dehidrasi, muntah, diare, atau kondisi medis tertentu, dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari kelelahan dan kram otot hingga aritmia jantung yang serius.
Konsumsi buah kelengkeng dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan elektrolit, terutama karena kandungan kaliumnya. Kalium adalah elektrolit utama yang ditemukan di dalam sel dan berperan penting dalam mengatur tekanan darah, fungsi otot dan saraf, serta keseimbangan cairan. Asupan kalium yang memadai membantu menyeimbangkan efek natrium, elektrolit utama yang ditemukan di luar sel, yang cenderung meningkatkan tekanan darah. Dengan demikian, konsumsi kelengkeng, sebagai sumber kalium, dapat membantu mencegah hipertensi dan menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan.
Meskipun kelengkeng mengandung kalium, penting untuk diingat bahwa buah ini bukanlah satu-satunya sumber elektrolit. Diet yang seimbang, kaya akan buah-buahan, sayuran, dan sumber elektrolit lainnya, sangat penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit yang optimal. Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal, harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan asupan kalium yang sesuai dan aman.
Singkatnya, kandungan kalium dalam kelengkeng mendukung pemeliharaan keseimbangan elektrolit dalam tubuh, yang esensial untuk berbagai fungsi fisiologis. Namun, buah ini sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari diet yang seimbang dan bervariasi, serta dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan individu.
Sumber Antioksidan
Keberadaan senyawa antioksidan dalam buah ini merupakan faktor penting yang berkontribusi pada berbagai efek positif bagi kesehatan. Antioksidan berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat memicu stres oksidatif dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
- Vitamin C sebagai Antioksidan Utama
Kandungan vitamin C yang signifikan dalam buah ini berfungsi sebagai antioksidan kuat. Vitamin C menetralkan radikal bebas, mencegah kerusakan DNA, protein, dan lipid. Konsumsi vitamin C yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, kanker, dan penyakit neurodegeneratif. Buah ini, sebagai sumber vitamin C, dapat membantu memenuhi kebutuhan harian dan memberikan perlindungan antioksidan.
- Polifenol dan Kontribusinya
Selain vitamin C, buah ini juga mengandung berbagai jenis polifenol, seperti flavonoid dan asam fenolik. Polifenol memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Mereka bekerja dengan mekanisme yang berbeda dari vitamin C, memberikan perlindungan yang lebih luas terhadap berbagai jenis radikal bebas. Polifenol juga dapat meningkatkan fungsi sel-sel imun dan melindungi terhadap kerusakan akibat radiasi UV.
- Perlindungan terhadap Stres Oksidatif
Stres oksidatif terjadi ketika produksi radikal bebas melebihi kemampuan tubuh untuk menetralkannya. Kondisi ini dapat memicu peradangan kronis dan kerusakan sel, yang berkontribusi pada berbagai penyakit. Antioksidan dalam buah ini membantu mengurangi stres oksidatif dengan menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Perlindungan terhadap stres oksidatif ini merupakan mekanisme penting di balik efek positif buah ini terhadap kesehatan.
- Dampak pada Kesehatan Jangka Panjang
Konsumsi buah-buahan yang kaya antioksidan secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit Alzheimer. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang dapat menyebabkan penyakit-penyakit ini. Dengan menjadi sumber antioksidan, buah ini dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit dan promosi kesehatan jangka panjang.
Dengan kandungan vitamin C dan polifenolnya, buah ini memberikan kontribusi signifikan sebagai sumber antioksidan. Perlindungan terhadap stres oksidatif yang diberikan oleh antioksidan ini merupakan mekanisme penting di balik berbagai efek positif buah ini terhadap kesehatan, mulai dari peningkatan kekebalan tubuh hingga pencegahan penyakit kronis. Konsumsi dalam jumlah moderat, sebagai bagian dari diet seimbang, dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Potensi perbaikan tidur
Kaitan antara konsumsi buah ini dan peningkatan kualitas tidur masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk pemahaman mekanisme yang lebih mendalam. Namun, terdapat beberapa hipotesis yang mendasari potensi efek positif ini. Salah satu faktor yang mungkin berperan adalah kandungan magnesium, meskipun jumlahnya tidak signifikan dibandingkan sumber magnesium lainnya. Magnesium dikenal berperan dalam relaksasi otot dan regulasi neurotransmiter yang terlibat dalam siklus tidur-bangun. Kekurangan magnesium telah dikaitkan dengan insomnia dan gangguan tidur lainnya.
Selain itu, kandungan karbohidrat sederhana dalam buah ini dapat memicu pelepasan insulin, yang pada gilirannya dapat meningkatkan ketersediaan triptofan di otak. Triptofan adalah asam amino yang merupakan prekursor serotonin dan melatonin, dua neurotransmiter penting dalam regulasi tidur. Serotonin memiliki efek menenangkan, sementara melatonin membantu mengatur ritme sirkadian, jam internal tubuh yang mengontrol siklus tidur-bangun. Peningkatan kadar melatonin dapat mempermudah proses tertidur dan meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.
Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa efek ini mungkin bervariasi antar individu dan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti pola makan secara keseluruhan, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Konsumsi buah ini dalam jumlah berlebihan, terutama menjelang waktu tidur, dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang justru mengganggu tidur. Oleh karena itu, konsumsi dalam jumlah moderat dan pada waktu yang tepat (misalnya, beberapa jam sebelum tidur) lebih mungkin memberikan efek positif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efek ini dan menentukan dosis optimal untuk perbaikan tidur. Individu dengan masalah tidur kronis sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli tidur untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Meningkatkan kesehatan kulit
Kesehatan kulit, sebagai organ terluar tubuh, sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Konsumsi buah tropis dengan rasa manis ini dapat berkontribusi positif terhadap kesehatan kulit melalui berbagai mekanisme. Kandungan vitamin C berperan krusial dalam sintesis kolagen, protein struktural utama yang memberikan elastisitas dan kekuatan pada kulit. Kolagen membantu menjaga kekenyalan kulit, mengurangi munculnya kerutan, dan mempercepat penyembuhan luka. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penurunan produksi kolagen, yang mengakibatkan kulit kering, kusam, dan rentan terhadap kerusakan.
Selain vitamin C, keberadaan antioksidan lainnya dalam buah ini juga berperan penting dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan oleh paparan sinar matahari, polusi, dan faktor lingkungan lainnya. Radikal bebas dapat merusak sel-sel kulit, memicu peradangan, dan mempercepat proses penuaan. Antioksidan menetralkan radikal bebas, mencegah kerusakan sel, dan membantu menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa-senyawa tertentu dalam buah ini mungkin memiliki sifat anti-inflamasi, yang dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit yang disebabkan oleh kondisi seperti jerawat, eksim, atau psoriasis. Peradangan kronis dapat merusak struktur kulit dan memperburuk kondisi kulit yang ada. Sifat anti-inflamasi membantu menenangkan kulit, mengurangi kemerahan, dan mempercepat proses penyembuhan.
Selain itu, kandungan air dalam buah ini juga berkontribusi pada hidrasi kulit. Kulit yang terhidrasi dengan baik terlihat lebih segar, kenyal, dan kurang rentan terhadap kekeringan dan iritasi. Konsumsi buah-buahan yang kaya air, termasuk buah ini, membantu menjaga kelembaban kulit dari dalam.
Meskipun buah ini menawarkan potensi manfaat bagi kesehatan kulit, penting untuk diingat bahwa hasil yang optimal dicapai melalui pendekatan holistik yang mencakup pola makan seimbang, perawatan kulit yang tepat, dan perlindungan dari paparan sinar matahari yang berlebihan. Konsumsi buah ini sebagai bagian dari diet sehat dapat mendukung kesehatan kulit dari dalam, namun bukan merupakan pengganti perawatan kulit topikal yang direkomendasikan oleh dokter kulit.
Mendukung fungsi kognitif
Kinerja otak, yang mencakup memori, konsentrasi, dan kemampuan belajar, sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Konsumsi buah-buahan tertentu, termasuk buah tropis dengan rasa manis yang khas ini, berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap fungsi kognitif melalui berbagai mekanisme.
- Peran Antioksidan dalam Melindungi Sel Otak
Otak sangat rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas karena tingginya tingkat metabolisme dan kandungan lipid yang tinggi. Antioksidan, seperti vitamin C dan polifenol yang terdapat dalam buah ini, membantu menetralkan radikal bebas dan melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif. Perlindungan ini esensial untuk menjaga fungsi kognitif yang optimal dan mencegah penurunan kognitif terkait usia.
- Peningkatan Aliran Darah ke Otak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa-senyawa tertentu dalam buah-buahan dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Aliran darah yang baik memastikan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk sel-sel otak, yang penting untuk fungsi kognitif yang optimal. Peningkatan aliran darah dapat meningkatkan memori, konsentrasi, dan kemampuan belajar.
- Modulasi Neurotransmiter
Neurotransmiter adalah zat kimia yang berperan dalam transmisi sinyal antar sel-sel saraf. Beberapa nutrisi dalam buah-buahan dapat memengaruhi produksi dan fungsi neurotransmiter, seperti serotonin dan dopamin, yang terlibat dalam regulasi suasana hati, memori, dan motivasi. Modulasi neurotransmiter dapat meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi risiko gangguan kognitif.
- Efek Anti-Inflamasi pada Otak
Peradangan kronis dalam otak dapat merusak sel-sel saraf dan mengganggu fungsi kognitif. Senyawa anti-inflamasi dalam buah-buahan dapat membantu mengurangi peradangan dan melindungi otak dari kerusakan. Efek anti-inflamasi ini dapat meningkatkan memori, kemampuan belajar, dan fungsi kognitif secara keseluruhan.
- Sumber Energi untuk Otak
Otak membutuhkan energi yang konstan untuk berfungsi dengan baik. Glukosa, gula sederhana yang terdapat dalam buah-buahan, merupakan sumber energi utama bagi otak. Konsumsi buah-buahan yang mengandung glukosa dapat memberikan energi cepat untuk otak, meningkatkan konsentrasi dan kinerja mental.
- Kontribusi Vitamin dan Mineral Esensial
Buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral esensial yang penting untuk fungsi kognitif, seperti vitamin B, vitamin C, dan kalium. Vitamin B berperan dalam metabolisme energi dan fungsi saraf, vitamin C sebagai antioksidan melindungi sel-sel otak, dan kalium membantu menjaga keseimbangan elektrolit yang penting untuk transmisi sinyal saraf.
Dengan kandungan antioksidan, senyawa anti-inflamasi, dan nutrisi esensial lainnya, konsumsi buah ini berpotensi memberikan dukungan terhadap fungsi kognitif. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa hasil yang optimal dicapai melalui pendekatan holistik yang mencakup pola makan seimbang, gaya hidup sehat, dan stimulasi mental yang berkelanjutan. Konsumsi buah ini sebagai bagian dari diet sehat dapat mendukung kesehatan otak dan fungsi kognitif dari dalam, namun bukan merupakan pengganti penanganan medis yang tepat untuk masalah kognitif.
Tips Konsumsi untuk Mendapatkan Efek Positif
Untuk memaksimalkan potensi efek positif dari konsumsi buah bercita rasa manis ini, perhatikan beberapa panduan berikut agar asupan nutrisinya optimal dan sesuai dengan kondisi tubuh.
Tip 1: Perhatikan Porsi Konsumsi
Konsumsi dalam jumlah moderat, sekitar 10-15 buah per porsi, lebih disarankan. Kandungan gula alaminya, meski memberikan energi, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah jika dikonsumsi berlebihan, terutama bagi individu dengan diabetes atau resistensi insulin.
Tip 2: Kombinasikan dengan Sumber Nutrisi Lain
Jangan mengandalkan buah ini sebagai satu-satunya sumber nutrisi. Padukan dengan buah-buahan lain, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian untuk memastikan asupan nutrisi yang seimbang dan komprehensif.
Tip 3: Konsumsi di Waktu yang Tepat
Hindari mengonsumsi dalam jumlah besar menjelang waktu tidur, karena kandungan gulanya dapat mengganggu kualitas istirahat. Konsumsi sebagai camilan di antara waktu makan atau setelah berolahraga dapat memberikan manfaat energi yang optimal.
Tip 4: Perhatikan Kondisi Kesehatan Individu
Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit ginjal, atau alergi terhadap buah-buahan tropis, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi secara rutin.
Tip 5: Pilih Buah yang Segar dan Berkualitas
Pilih buah dengan kulit yang mulus, tidak memar, dan tidak berjamur. Daging buah yang bening dan aroma yang segar menandakan kualitas buah yang baik. Hindari buah yang terlihat layu atau berbau tidak sedap.
Dengan mengikuti panduan ini, konsumsi buah ini dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang mendukung kesehatan secara keseluruhan. Tetap perhatikan keseimbangan dan variasi nutrisi untuk hasil yang optimal.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus
Penelitian ilmiah dan studi kasus yang meneliti efek konsumsi buah Dimocarpus longan (kelengkeng) pada kesehatan manusia masih terbatas, namun beberapa temuan awal menunjukkan potensi manfaat yang menjanjikan. Sebagian besar penelitian berfokus pada kandungan senyawa bioaktif di dalam buah tersebut, seperti polifenol, vitamin C, dan polisakarida, serta efeknya terhadap berbagai parameter kesehatan.
Sebuah studi in vitro yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry meneliti aktivitas antioksidan ekstrak kelengkeng dan menemukan bahwa ekstrak tersebut efektif dalam menangkal radikal bebas dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Studi lain yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kelengkeng dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Namun, penting untuk dicatat bahwa studi in vitro dan pada hewan tidak selalu dapat direplikasi pada manusia.
Beberapa penelitian observasional pada manusia telah mengamati hubungan antara konsumsi buah-buahan secara umum, termasuk kelengkeng, dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Namun, penelitian ini tidak secara spesifik mengisolasi efek kelengkeng dan mungkin dipengaruhi oleh faktor gaya hidup lainnya. Studi klinis terkontrol yang lebih besar dan dirancang dengan baik diperlukan untuk mengkonfirmasi efek spesifik dan kausal dari konsumsi kelengkeng pada kesehatan manusia.
Meskipun bukti ilmiah saat ini masih terbatas, temuan awal menunjukkan bahwa buah Dimocarpus longan memiliki potensi manfaat kesehatan karena kandungan senyawa bioaktifnya. Konsumsi buah ini, sebagai bagian dari diet seimbang, mungkin berkontribusi pada peningkatan kekebalan tubuh, perlindungan terhadap stres oksidatif, dan penurunan risiko penyakit kronis. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi efek ini dan menentukan dosis optimal untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal.